Oleh: Rita Rostika
Peneliti dan Praktisi Budidaya Ikan
ALGIVONID — Bagi yang belum mengenal manfaat ikan gabus, atau nama lainnya yaitu bogo (Jawa Timur), kutuk (Jawa Tengah), haruan (kalimantan), inilah ikan yang banyak khasiatnya untuk kesehatan dan kecantikan manusia (farmasetika).
Klasifikasi ikan gabus berdasarkan Fishbase (2017) adalah sebagai berikut:


Gambar 1. Morfologi ikan gabus (Channa striata) (a) Panjang kepala, (b) Panjang sirip perut-anus, (c) panjang standar, (d) panjang total, (e) panjang ekor (Froese &Pauly, 2017)
Ikan gabus (snakehead fish) dikenal sebagai spesies invasive merupakan ikan dari famili dari Cannidae. Famili Channidae terdiri dari dua genera yaitu Channa yang terdiri dari 34 spesies dan tersebar di Asia, dan Parachanna terdiri dari 3 spesies yang tersebar di benua Afrika (Froese dan Pauly, 2016).
Sejatinya, ikan gabus kaya akan albumin, asam lemak, asam amino dan mineral (Mustofa et al, 2014). Kandungan kolagen dan gelatin pada gabus terdapat pada kulit dan tulang menyebabkan ikan ini banyak dieksploitas di Indonesia.
Ikan gabus memiliki kandungan asam lemak yang mirip dengan ikan lain, namun dengan beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Secara umum, ikan gabus mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, yang merupakan asam lemak esensial. Perbedaan utama terletak pada proporsi dan jenis asam lemak tertentu yang terkandung dalam ikan gabus dibandingkan dengan ikan lain, serta perbedaan kandungan lemak antara ikan gabus budidaya dan liar.
Perbandingan Asam Lemak pada Ikan Gabus dengan Ikan Lain:
Ikan Gabus vs. Ikan Toman (Channa micropeltes):
Studi menunjukkan bahwa ikan gabus dan ikan toman memiliki perbedaan dalam kandungan asam lemak total jenuh dan tidak jenuh. Ikan toman cenderung memiliki kandungan asam lemak total jenuh yang lebih tinggi (29,62%) dibandingkan ikan gabus (22,54%), sedangkan ikan gabus cenderung memiliki kandungan asam lemak total tak jenuh yang lebih tinggi (27,81%) dibandingkan ikan toman (21,72%).
Ikan gabus, seperti ikan pada umumnya, mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, yang keduanya penting untuk kesehatan. Namun, ikan gabus budidaya memiliki kandungan asam lemak omega-3 (5,6%) yang lebih rendah dibandingkan ikan gabus liar (9,0%).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh tertinggi pada ikan gabus adalah asam oleat. Selain itu, ikan gabus juga mengandung asam lemak omega-3 seperti EPA dan DHA, serta asam lemak omega-6 seperti asam linoleat.
Ikan gabus, terutama yang dibudidayakan, memiliki kandungan lemak yang bervariasi tergantung pada varietas dan pakan yang diberikan.
Meskipun ikan gabus mengandung asam lemak yang mirip dengan ikan lainnya, terdapat perbedaan dalam proporsi dan jenis asam lemak tertentu. Ikan gabus liar cenderung memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi daripada ikan gabus budidaya. Selain itu, kandungan lemak total dan jenis asam lemak tertentu juga dapat bervariasi tergantung pada varietas dan pakan yang diberikan.
Ikan gabus memiliki kandungan asam amino yang tinggi, baik esensial maupun non-esensial, yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh. Dibandingkan dengan ikan lain, ikan gabus memiliki keunggulan dalam beberapa asam amino tertentu, terutama yang berperan dalam penyembuhan luka seperti arginin dan glisin.
Perbandingan Asam Amino Ikan Gabus dengan Ikan Lain:
Ikan gabus kaya akan asam amino esensial seperti lisin, yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikan gabus memiliki kandungan lisin yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lain, bahkan ada yang menyebutkan lebih tinggi pada ikan gabus hasil budidaya dibandingkan dengan ikan gabus alam.
Ikan gabus juga kaya akan asam amino non-esensial, seperti glisin, asam glutamat, dan asam aspartat, yang memiliki peran penting dalam penyembuhan luka dan fungsi sistem saraf.
Ikan gabus dikenal memiliki kandungan albumin yang tinggi, dan albumin ini mengandung berbagai asam amino yang penting untuk perbaikan jaringan dan fungsi tubuh lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikan gabus memiliki kandungan asam amino yang lebih tinggi secara keseluruhan dibandingkan dengan ikan gurame. Kandungan asam amino seperti arginin yang berperan dalam penyembuhan luka juga ditemukan lebih tinggi pada ikan gabus dibandingkan dengan beberapa jenis ikan lain.
Kandungan asam amino glisin pada ikan gabus dilaporkan berperan sebagai inhibitor neurotransmiter pada sistem saraf pusat dan juga berperan dalam mempercepat penyembuhan luka.
Ikan gabus merupakan sumber protein yang baik dengan komposisi asam amino yang lengkap dan beragam. Kandungan asam amino tertentu, seperti arginin dan glisin, pada ikan gabus memberikan keunggulan dalam hal potensi penyembuhan luka dan fungsi tubuh lainnya. Perbandingan dengan ikan lain menunjukkan bahwa ikan gabus memiliki potensi yang baik sebagai sumber asam amino yang bermanfaat bagi kesehatan.

Gambar 2. (a) Gabus Benih dan (2) Gabus Dewasa
Ikan gabus mengandung 16 asam amino, termasuk tujuh asam amino esensial yang diperlukan untuk sintesis albumin dan berbagai fungsi fisiologis lainnya (Zeng, 2024).
Ikan gabus memiliki 7 asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Asam amino ini adalah Treonin, Valin, Metionin, Isoleusin, Leusin, Fenilalanin dan Lisin.
Habitat & Mineral Ikan Gabus …
Meskipun ikan gabus dan ikan lain memiliki perbedaan kandungan mineral, keduanya memiliki manfaat kesehatan masing-masing. Ikan gabus dikenal kaya akan albumin, asam lemak dan asam amino yang baik untuk penyembuhan luka, sementara ikan lain, seperti ikan kembung memiliki keunggulan dalam kandungan mineral tertentu karena perbedaan habitat.
Habitat ikan gabus adalah ikan air tawar dan tidak bisa hidup di air asin. Mereka dapat ditemukan di berbagai jenis perairan seperti sungai, danau, kolam, rawa, sawah, dan bahkan parit-parit (Gambar 3).

Gambar 3. Habitat Alami Ikan Gabus
Ikan gabus mampu bertahan hidup di kondisi perairan yang beragam, termasuk perairan yang keruh, berlumpur, dan memiliki kadar oksigen rendah.
Ikan gabus memiliki organ pernapasan tambahan (labirin) yang memungkinkan mereka mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga dapat bertahan hidup di perairan dengan oksigen terbatas. Gabus pun dapat beradaptasi terhadap kekeringan
Saat perairan mengering, ikan gabus dapat mengubur diri di lumpur dan bertahan hidup dalam kondisi dorman hingga air kembali datang.
Ikan-ikan yang memiliki organ labirin, yang memungkinkan mereka bernapas di luar air, termasuk ikan gabus, ikan betok, ikan lele, dan beberapa jenis ikan gurami.
Organ labirin adalah perluasan dari insang yang memungkinkan ikan mengambil oksigen langsung dari udara.
Organ labirin pada ikan gabus adalah struktur pernapasan tambahan yang memungkinkan ikan tersebut mengambil oksigen langsung dari udara, selain menggunakan insang. Organ ini berbentuk lipatan-lipatan seperti bunga karang yang terletak di rongga sebelah atas insang.
Fungsi dan Pentingnya Organ Labirin (Gambar 4) :
1.Adaptasi Terhadap Lingkungan
2.Pernapasan Tambahan
3.Daya Tahan Tinggi, mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan, termasuk habitat berlumpur.

Gambar 4. Organ Penafasan Tambahan Labirin Pada Ikan
Demikian sekilas pengetahuan tentang ikan gabus, dengan harapan para pembaca dapat mengenal lebih dekat ikan gabus (channa striata) yang memiliki banyak manfaat. Sampai jumpa! (HS/RD/RR).
BACA JUGA: Khasiat Albumin dari Ikan Gabus untuk Terapi Kesehatan


