Jum. Agu 7th, 2026

Mengolah Data Penelitian Perikanan Menggunakan Aplikasi PYTHON

Oleh: Rita Rostika

Peneliti Budidaya Perikanan Universitas Padjadjaran

Aplikasi Python

ALGIVON.ID – Python adalah  bahasa pemrograman yang paling umum digunakan,  digunakan hampir di semua bidang teknologi, salah satu contohnya dapat digunakan untuk:

  • Analisis statistik
  • Mengolah data Excel dan CSV
  • Membuat grafik penelitian
  • Analisis ANOVA, regresi, PCA
  • Machine Learning
  • Deep Learning

Contoh pada penelitian budidaya dengan tema “penggunaan lampu tanning untuk penguatan warna merah pada red arowana” maka phyton dapat digunakan pada

  • Analisis pengaruh lampu hard tanning, soft tanning, dan tanpa tanning terhadap color brightness arowana.
  • Mengolah data spektrofotometer.
  • Membuat grafik pertumbuhan warna merah.
  • Analisis sidik ragam (ANOVA).

Python adalah bahasa yang paling banyak digunakan untuk AI, contohnya: pada ChatGPT, deteksi penyakit ikan, identifikasi spesies ikan, prediksi pertumbuhan ikan, prediksi kualitas air

Pekerjaan lain adalah otomatisasi pekerjaan (Automation), misalnya Anda memiliki 500 file Excel, biasanya buka satu per satu, dicopy, dhitung  lalu dibuat grafik, namun apabila dilakukan dengan phyton adalah sebagai berikut (Gambar 1).

Gambar 1.  Otomatisasi Pekerjaan (Automation) yang dikerjakan oleh Phyton

Berikut adalah seperti apa / bagaimana alur Phyton bekerja (Gambar 2)??

Gambar 2.  Alur Phyton Bekerja Seperti yang Terdapat Pada Gambar Berikut

Selanjutnya di bawah ini diperlihatkan bagaimana sebuah aplikasi Python bekerja dengan data  pencatatan kualitas air (Gambar 3).

Gambar 3.  Aplikasi Python Bekerja Dengan Data  Pencatatan Kualitas Air

Input Python menghitung Status Output
Suhu = 29°C Bahaya ⚠ Air tidak layak
pH = 7.8 Saran:
DO = 5.6

 

– Kurangi pakan

– Siphon dasar

– Tambah aerasi

NH3 = 0.25 NH3 > 0.1
Apakah Python cocok untuk bidang perikanan?

Sangat cocok. Dalam konteks penelitian dan budidaya ikan seperti yang sering Anda kerjakan, Python dapat digunakan untuk:

  • Menganalisis pengaruh lampu tanning terhadap color brightness ikan arowana.
  • Mengolah data pertumbuhan dan kelangsungan hidup (survival rate).
  • Menganalisis kualitas air (pH, DO, suhu, amonia, nitrit).
  • Mengolah hasil spektrofotometer atau analisis citra warna.
  • Membuat dashboard monitoring kualitas air secara real-time.
  • Memprediksi pertumbuhan ikan menggunakan machine learning.
  • Mengotomatiskan pembuatan tabel dan grafik untuk publikasi ilmiah.

Jadi, Python bukan hanya bahasa pemrograman, tetapi juga sebuah ekosistem yang memungkinkan anda membuat aplikasi, menganalisis data, mengolah gambar, membangun sistem AI, hingga mengotomatisasi pekerjaan penelitian dan budidaya. Untuk kebutuhan riset perikanan seperti yang Anda lakukan, Python merupakan salah satu pilihan terbaik karena memiliki banyak pustaka ilmiah yang kuat, gratis, dan digunakan secara luas oleh peneliti di seluruh dunia.

Analisis Data dan Penelitian

Python banyak digunakan oleh peneliti, akademisi, dan ilmuwan untuk mengolah serta menganalisis data. Dengan Python, pengguna dapat melakukan analisis statistik, mengolah data Excel atau CSV, membuat grafik, melakukan analisis regresi, ANOVA, Principal Component Analysis (PCA), hingga menerapkan machine learning dan deep learning.

Dalam bidang perikanan, Python dapat dimanfaatkan untuk menganalisis pengaruh perlakuan tanning terhadap tingkat kecerahan warna (color brightness) ikan arowana, mengolah data spektrofotometer, menghitung laju pertumbuhan, serta menyusun grafik dan tabel yang siap digunakan dalam publikasi ilmiah.

Cara Kerja Aplikasi Python

Sebuah aplikasi yang dibuat dengan Python bekerja melalui beberapa tahapan. Pertama, pengguna memasukkan data (input), misalnya nilai suhu, pH, DO, dan amonia. Selanjutnya, Python memproses data tersebut menggunakan rumus atau aturan yang telah diprogram. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi memberikan keputusan atau rekomendasi, misalnya kondisi air “baik”, “perlu perhatian”, atau “berbahaya”, disertai saran tindakan yang perlu dilakukan.

Penerapan Python dalam Bidang Budidaya Lobster di KJA Pantai Timur Pangandaran

Dalam bidang perikanan budidaya, Python memiliki banyak manfaat, antara lain untuk menganalisis pengaruh pakan alami terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster, mengolah data pertumbuhan dan kelangsungan hidup, menganalisis kualitas air seperti pH, suhu, DO, amonia, dan nitrit, membangun dashboard monitoring kualitas air secara real-time, memprediksi pertumbuhan ikan menggunakan machine learning, serta mengotomatisasi pembuatan tabel, grafik.

Sebagai contoh  adalah data python sementara karena belum diisi nilai rupiahnya.

Cooding Python Rancangan Acak Lengkap
  1. Input Data (Ral 4 Perlakuan 6 Ulangan) # Data Disintesis Dari Rata-Rata
  2. Perhitungan Parameter
  3. Rata-Rata Perlakuan
  4. Uji Normalitas
  5. Uji Homogenitas
  6. ANOVA
  7. Duncan Test (Manual)
  8. Visualisasi

# =====================================

# IMPORT LIBRARY

# =====================================

import pandas as pd

import numpy as np

import matplotlib.pyplot as plt

 

from scipy.stats import shapiro, levene

from statsmodels.formula.api import ols

import statsmodels.api as sm

from statsmodels.stats.libqsturng import qsturng

 

# =====================================

# 1. INPUT DATA (RAL 4 PERLAKUAN 6 ULANGAN)

# DATA DISINTESIS DARI RATA-RATA

# =====================================

 

np.random.seed(1)

 

perlakuan = [‘A’,’B’,’C’,’D’]

 

# rata-rata dari data

mean_Wm = {‘A’:11.4, ‘B’:9.3, ‘C’:8.7, ‘D’:7.6}

mean_Lm = {‘A’:1.42, ‘B’:1.25, ‘C’:1.17, ‘D’:1.33}

mean_ADG = {‘A’:0.168, ‘B’:0.157, ‘C’:0.145, ‘D’:0.127}

 

data = []

 

# buat 6 ulangan per perlakuan (simulasi kecil agar bisa ANOVA)

for p in perlakuan:

for i in range(6):

Wo = np.random.normal(45,2)

Wm = np.random.normal(mean_Wm[p],0.8)

Wt = Wo + Wm

 

Lo = np.random.normal(10.5,0.3)

Lm = np.random.normal(mean_Lm[p],0.2)

Lt = Lo + Lm

 

pakan = np.random.normal(200,10)

 

data.append([p,i+1,Wo,Wt,Lo,Lt,pakan])

 

df = pd.DataFrame(data, columns=[

‘Perlakuan’,’Ulangan’,’Wo’,’Wt’,’Lo’,’Lt’,’Pakan’

])

 

# =====================================

# 2. PERHITUNGAN PARAMETER

# =====================================

 

t = 60

 

df[‘Wm’] = df[‘Wt’] – df[‘Wo’]

df[‘Lm’] = df[‘Lt’] – df[‘Lo’]

df[‘SGR’] = (np.log(df[‘Wt’]) – np.log(df[‘Wo’])) / t * 100

df[‘ADG’] = df[‘Wm’] / t

 

# FCR & SR

FCR = {‘A’:24.70, ‘B’:21.28, ‘C’:25.69, ‘D’:27.12}

SR = {‘A’:95, ‘B’:80, ‘C’:95, ‘D’:85}

 

# =====================================

# 3. RATA-RATA PERLAKUAN

# =====================================

 

mean_df = df.groupby(‘Perlakuan’).mean(numeric_only=True)

mean_df[‘FCR’] = mean_df.index.map(FCR)

mean_df[‘SR’] = mean_df.index.map(SR)

 

print(“\n=== RATA-RATA PERLAKUAN ===”)

print(mean_df[[‘Wm’,’Lm’,’SGR’,’ADG’,’FCR’,’SR’]])

 

# =====================================

# 4. UJI NORMALITAS

# =====================================

 

print(“\n=== UJI NORMALITAS (Shapiro) ===”)

for p in perlakuan:

stat, pval = shapiro(df[df[‘Perlakuan’]==p][‘Wm’])

print(f”{p}: p-value = {pval:.4f}”)

 

# =====================================

# 5. UJI HOMOGENITAS

# =====================================

 

groups = [df[df[‘Perlakuan’]==p][‘Wm’] for p in perlakuan]

stat, pval = levene(*groups)

print(“\nUji Levene p-value =”, pval)

 

# =====================================

# 6. ANOVA

# =====================================

 

model = ols(‘Wm ~ C(Perlakuan)’, data=df).fit()

anova = sm.stats.anova_lm(model, typ=2)

 

print(“\n=== ANOVA ===”)

print(anova)

 

# =====================================

# 7. DUNCAN TEST (MANUAL)

# =====================================

 

print(“\n=== DUNCAN TEST ===”)

 

means = mean_df[‘Wm’].sort_values(ascending=False).reset_index()

 

MSE = anova[‘sum_sq’].iloc[1] / anova[‘df’].iloc[1]

df_error = anova[‘df’].iloc[1]

n = 6

 

groups_letter = [”]*len(means)

letters = [‘a’,’b’,’c’,’d’]

 

for i in range(len(means)):

groups_letter[i] = letters[i]

 

for i in range(len(means)):

for j in range(i+1, len(means)):

r = j – i + 1

 

q = qsturng(0.95, r, df_error)

LSR = q * np.sqrt(MSE/n)

 

diff = abs(means.loc[i,’Wm’] – means.loc[j,’Wm’])

 

if diff < LSR:

groups_letter[j] = groups_letter[i]

 

means[‘Group’] = groups_letter

print(means)

 

# =====================================

# 8. VISUALISASI

# =====================================

 

# BAR CHART

plt.figure()

plt.bar(mean_df.index, mean_df[‘Wm’])

plt.title(“Pertumbuhan Bobot Mutlak (Wm)”)

plt.xlabel(“Perlakuan”)

plt.ylabel(“Gram”)

plt.show()

 

# LINE CHART (DATA ASLI)

time = [0,10,20,30,40,50,60]

 

A = [51.27,51.8,52.56,53.42,54.48,55.66,57.23]

B = [47.88,48.24,48.77,49.52,50.54,51.41,52.14]

C = [50.35,50.87,51.39,51.89,52.55,53.32,53.95]

D = [47.83,48.40,48.95,49.53,50.35,50.84,51.49]

 

plt.figure()

plt.plot(time,A,label=’A’)

plt.plot(time,B,label=’B’)

plt.plot(time,C,label=’C’)

plt.plot(time,D,label=’D’)

 

plt.title(“Pertumbuhan Berat Lobster”)

plt.xlabel(“Hari”)

plt.ylabel(“Gram”)

plt.legend()

plt.show()

Hasil Python Sebagai Berikut

=== RATA-RATA PERLAKUAN ===

Wm        Lm       SGR       ADG    FCR  SR

Perlakuan

A          11.389643  1.391295  0.383635  0.189827  24.70  95

B           9.070127  1.335448  0.307331  0.151169  21.28  80

C           8.793654  1.287521  0.306719  0.146561  25.69  95

D           7.877711  1.307684  0.272327  0.131295  27.12  85

 

=== UJI NORMALITAS (Shapiro) ===

A: p-value = 0.8285

B: p-value = 0.7816

C: p-value = 0.0671

D: p-value = 0.9066

 

Uji Levene p-value = 0.5098123848165053

 

=== ANOVA ===

sum_sq    df          F        PR(>F)

C(Perlakuan)  40.185329   3.0  24.969626  5.744409e-07

Residual      10.729123  20.0        NaN           NaN

 

=== DUNCAN TEST ===

Perlakuan         Wm Group

0         A  11.389643     a

1         B   9.070127     b

2         C   8.793654     b

  • D   877711     D
Visualisasinya Adalah Sebagai Berikut

Gambar Grafik

Demikian peran Aplikasi Phyton, ini dengan harapan lebih banyak lagi kebermanfaatannya untuk para peneliti. Selamat mencoba !!!!

BACA JUGA: Begini Cara Meningkatkan Kualitas Warna Merah pada Red Arowarna, Penggemar Ikan Hias Harus Tahu 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *