
Oleh Rita Rostika
Kelompok Kepakaran Budidaya Perikanan FPIK Universitas Padjadjaran
ALGIVON.ID – Ikan Red Arowana (Scleropages formosus) merupakan salah satu ikan hias air tawar premium asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Komoditas ini menjadi kontributor utama ekspor ikan hias Indonesia dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$ 7 juta per tahun selama periode 2017–2021. Arowana juga merupakan salah satu spesies ikan hias yang paling diminati kolektor di Asia, terutama Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.
Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, Red Arowana termasuk jenis ikan yang pemanfaatannya diatur secara ketat karena status perlindungannya. Oleh karena itu, budidaya menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung konservasi sumber daya genetik Indonesia.
Sistematika (taksonomi) ikan Red Arowana atau Arowana Merah adalah sebagai berikut:
|
Tingkatan Taksonomi
|
Klasifikasi |
| Kingdom | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Subfilum | Vertebrata |
| Kelas | Actinopterygii (ikan bersirip kipas) |
| Ordo | Osteoglossiformes |
| Famili | Osteoglossidae |
| Genus | Scleropages |
| Spesies | Scleropages formosus |
| Nama Umum | Red Arowana, Asian Arowana, Arowana Merah |
Red Arowana bukan spesies yang berbeda, melainkan salah satu varietas warna dari spesies Scleropages formosus. Beberapa varietas yang terkenal antara lain:Red Arowana (Super Red), Blood Red, Chili Red, Banjar Red, Golden Crossback, Red Tail Golden, Green Arowana
Ciri-ciri Morfologi adalah sebagai berikut : Tubuh memanjang dan pipih lateral, Mulut superior (menghadap ke atas) untuk memangsa organisme di permukaan air, Memiliki sepasang sungut (barbel) pada rahang bawah, sisik besar dan berkilau, sirip dorsal dan anal memanjang hingga mendekati sirip ekor, pada varietas Super Red, warna merah berkembang pada sirip, tutup insang, dan sisik seiring pertumbuhan.
Habitat Asli
Red Arowana berasal dari wilayah Kalimantan Barat, Indonesia, terutama daerah sekitar Danau Sentarum dan Sungai Kapuas, habitat alaminya berupa rawa gambut, danau banjir, dan sungai berarus lambat dengan air berwarna cokelat (blackwater).
Posisi Ilmiah dan Konservasi
Arowana Asia (Scleropages formosus) termasuk ikan hias bernilai tinggi dan dilindungi. Spesies ini tercantum dalam perdagangan internasional yang diatur oleh CITES sehingga setiap ikan hasil budidaya legal umumnya dilengkapi sertifikat dan microchip identifikasi.
Nilai Ekspor Arowana Indonesia
Data ekspor Indonesia menunjukkan bahwa kelompok Arowana (Scleropages formosus) memiliki nilai ekspor :

Tabel 1. Nilai Ekspor (US $ Juta) Kelompok Arowana (Scleropages formosus)
Data pada tabel 1 tersebut mencakup ekspor arowana Indonesia ke berbagai negara tujuan dan menunjukkan kontribusi yang sangat besar terhadap sektor ikan hias nasional.
Nilai Red Arowana Sangatlah Bernilai
Beberapa faktor yang membuat Red Arowana bernilai tinggi:
- Endemik Indonesia, terutama dari wilayah Kalimantan Barat.
- Termasuk ikan hias premium yang diminati kolektor Asia, khususnya Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
- Memiliki status konservasi yang ketat sehingga perdagangan internasional harus mengikuti regulasi CITES.
- Warna merah pekat, bentuk tubuh, dan kualitas sisik dapat meningkatkan harga secara signifikan.
Tabel 2. Harga Ekspor Per Ekor ikan Red Arowana
| Jenis Red Arowana | Harga |
| Juvenil bersertifikat | ratusan hingga ribuan dolar AS |
| Super Red kualitas tinggi | puluhan ribu dolar AS. |
| Individu juara | Tidak terbatas |
Bagi pembudidaya, Red Arowana amatlah menarik, karena:
Nilai jual per ekor jauh lebih tinggi dibanding sebagian besar ikan hias lainnya. Diketahui pasar ekspor-nya relatif stabil. Indonesia juga memiliki keunggulan sumber genetik asli Super Red Arowana.
Nah, untuk meningkatkan warna merah pada ikan Arowana Super Red, diperlukan kombinasi faktor genetik, pakan, kualitas air, pencahayaan, dan manajemen pemeliharaan. Warna merah tidak bisa muncul maksimal hanya dari satu faktor saja.
1. Pilih Indukan atau Ikan dengan Genetik Unggul
Genetik merupakan faktor utama.
- Arowana Super Red berkualitas baik memiliki potensi warna merah yang lebih kuat.
- Jika genetik kurang baik, pemberian pakan dan perlakuan apa pun hanya akan memberikan peningkatan terbatas.
- Perhatikan warna dasar sirip, tutup insang, dan sisik saat memilih ikan.
2. Berikan Pakan Kaya Karotenoid
Pigmen merah pada ikan banyak dipengaruhi oleh kandungan karotenoid dalam pakan.
Pigmen merah pada ikan banyak dipengaruhi oleh kandungan karotenoid dalam pakan
Udang segar (terutama kulitnya), Krill, Cacing sutra beku, Jangkrik, Ulat hongkong (secukupnya), Kelabang atau kecoa budidaya (jika tersedia dan aman).
Suplemen Pigmen
Karotenoid yang umum digunakan: Astaxanthin, Canthaxanthin, Beta-karoten, Paprika extract. Dosis umum astaxanthin dalam pakan berkisar 50–100 mg/kg pakan untuk pemeliharaan warna.
3. Pengaturan Lampu (Tanning)
Metode yang banyak digunakan penghobi Arowana Super Red.

Gambar 1. Red Arowana dan lampu tanning
Lampu yang Sering Digunakan
- T5HO merah atau pink
- LED full spectrum
- Lampu tanning khusus arowana
Lama Penyinaran
- 8–12 jam per hari.
- Gunakan timer agar konsisten.
Hindari pencahayaan terlalu kuat secara mendadak karena dapat menyebabkan stres.
4. Jaga Kualitas Air Tetap Stabil
Arowana yang stres sulit mengeluarkan warna terbaiknya.
| Parameter | Nilai |
| Suhu | 28–30°C |
| pH | 6,5–7,5 |
| Amonia | 0 ppm |
| Nitrit | 0 ppm |
| DO | >5 mg/L |
| Ganti air 20–30% setiap minggu | |
| Sifon kotoran dasar | |
| Gunakan filtrasi biologis yang baik | |
Tabel 3. Parameter Ideal pada pemeliharaan Ikan Arowana
Parameter Nilai
Suhu 28–30°C
pH 6,5–7,5
Amonia 0 ppm
Nitrit 0 ppm
DO >5 mg/L
Ganti air 20–30% setiap minggu
Sifon kotoran dasar
Gunakan filtrasi biologis yang baik
5. Gunakan Background dan Dasar Akuarium yang Mendukung
Untuk Super Red:
- Background hitam sering digunakan untuk mempertegas warna merah.
- Beberapa penghobi menggunakan background biru tua pada fase tertentu untuk merangsang perkembangan warna.
Lakukan secara konsisten dan jangan terlalu sering mengganti warna latar.
6. Kurangi Stres
Ikan yang stres biasanya:
- Warna kusam.
- Nafsu makan menurun.
- Pertumbuhan lambat.
Upaya yang dapat dilakukan:
- Hindari lalu-lalang berlebihan di depan akuarium.
- Jangan terlalu sering memindahkan ikan.
- Hindari kepadatan berlebih jika dipelihara bersama ikan lain.
Berikut ini adalah Gambar 2, skema perubahan warna pada ikan arowana yang diberi perlakuan lampu tanning.

Gambar 2. Skema Perubahan Warna Pada Ikan Arowana Yang Diberi Perlakuan Lampu Tanning
Pembaca budiman, tertarikkah untuk membuat ikan arowana kesayangan Anda menjadi lebih merah? Silakan ikuti saran kami. (HS & RD/RR)
BACA JUGA: Membaca Krisis Lingkungan: Ikan, Mikroplastik, dan Masa Depan Akuakultur

