ALGIVON.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (6/3/2026), menabuh rebana bersama para pejabat dan tamu undangan sebagai tanda resmi pembukaan kegiatan bertajuk ‘Masjid Agung Ramadhan Festival’.
Kegiatan semarak memakmurkan masjid ini digelar lagi setelah 11 tahun vakum, dan akan berlangsung selama 10 hari (6 s/d 15 Maret 2026), lokasi kegiatannya berlangsung di area luar masjid.
Menurut panitia penyelenggara, festival ini bukan sekadar mengisi bulan suci Ramadan, namun juga menjadi upaya untuk kembali memakmurkan masjid bersejarah. Utamanya, demi memakmurkan bangunan yang telah berdiri lebih dari dua abad di jantung Kota Bandung.
Saat pembukaan kegiatan ini, Wali Kota Farhan mengundang warga untuk meramaikan Ramadan Festival Masjid Agung dan program masjid lainnya. Salah satunya program Safari Ramadan Pemkot Bandung.
Menurut Farhan, konsep Safari Ramadan kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya pemerintah kota mendatangi kecamatan-kecamatan, kini marilah warga diundang untuk berkumpul di Masjid Agung.
“Masjid ini adalah warisan para pendiri Kota Bandung. Sudah lebih dari 200 tahun berdiri dan membentuk karakter kota kita,” ujarnya.

Tiga Unsur itu
Ia menjelaskan, sejak dulu kawasan Alun Alun sebuah kota itu selalu memiliki tiga elemen penting. Yaitu pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan tempat ibadah besar. Ketiga unsur tersebut menjadi fondasi pembentukan kota, termasuk di Kota Bandung.
Karena itu, Farhan menegaskan bahwa menjaga dan memakmurkan Masjid Agung merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu caranya, dengan menghadirkan berbagai program agar masyarakat terus datang ke masjid.
“Sudah tidak zamannya lagi masjid hanya menunggu jamaah datang. Masjid harus aktif membuat program yang menarik agar masyarakat ingin datang dan berkegiatan,” ungkapnya.
Masih menurut Farhan, konsep tersebut juga diterapkan di sejumlah masjid besar lainnya di Bandung. Seperti Masjid Salman ITB, Masjid Istiqomah Bandung, hingga Masjid Raya Al Jabbar.

Aneka Program
Sementara itu, Ketua Nazir Masjid Agung Bandung Roedy Wiranatakusumah menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menggelar Ramadan Festival. Acara berlangsung selama 10 hari di area luar masjid.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena aktivitas di ruang terbuka masjid sempat terhenti selama sekitar 11 tahun. Namun untuk kegiatan ibadah dan keagamaan lainnya tetap berjalan setiap tahunnya.
“Ramadan Festival ini kami selenggarakan agar masjid lebih menyatu dengan masyarakat. Dengan kegiatan di luar masjid, interaksi dengan warga bisa lebih kuat,” ujar Roedy.
Festival tersebut menghadirkan berbagai program, mulai dari bazar UMKM, panggung hiburan religi, lomba mewarnai anak, kidzone, hingga stand-up comedy bernuansa Ramadan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
Hal menarik lainnya, ada aksi tim vertical rescue yang akan melakukan pembersihan dua menara ikonik Masjid Agung Bandung selama festival berlangsung.

Target Ribuan Pengunjung
Panitia menargetkan kunjungan sekitar 2.000–3.000 orang per hari selama festival berlangsung. Jika target tersebut tercapai, diperkirakan total pengunjung dapat mencapai 50.000 orang dalam 10 hari kegiatan.
Roedy berharap festival ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang bukan hanya memakmurkan masjid. Tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui kegiatan ekonomi syariah, edukasi kebencanaan, serta pengembangan ekosistem halal.
Menara Ikonik – Revitalisasi
Pada kesempatan tersebut, Roedy juga mengungkapkan rencana perbaikan fasilitas menara kembar Masjid Agung Bandung. Fasilitas yang tidak berfungsi sejak pandemi COVID-19.
Menurutnya, lift menara perlu direhabilitasi agar kembali aman digunakan pengunjung. Estimasi biaya perbaikan diperkirakan mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar untuk kedua menara.
Jika kembali beroperasi, setiap menara mampu menampung sekitar 70 pengunjung untuk menikmati panorama Kota Bandung dari ketinggian. Fasilitas tersebut sebelumnya menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.
“Melihat Bandung dari atas menara masjid ini selalu menjadi pengalaman yang berkesan. Terutama bagi anak-anak dan keluarga,” kata Roedy.
Melalui rangkaian Ramadan Festival ini, Pemkot Bandung berharap masyarakat semakin dekat dengan masjid. Sekaligus menjaga keberadaan Masjid Agung Alun-Alun Bandung sebagai simbol sejarah dan spiritual Kota Bandung. (HS-RD/IG/R)
BACA JUGA: Warga Bingah Sambut Ramadan Fest 2026 Masjid Agung Bandung – Kapan Menara Bisa Dinaiki Lagi?

