ALGIVON.ID — Model pengelolaan sampah mandiri berbasis warga di RW 19 Antapani Tengah, Kota Bandung, mencuri perhatian peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78.
Program Jasmine Integrated Farming dinilai tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga layak dipromosikan ke tingkat internasional.
Kunjungan lapangan dilakukan pada Selasa (31/3/2026), sebagai lanjutan agenda peserta Sesparlu usai kegiatan di Balai Kota Bandung sehari sebelumnya.
Peserta Sesparlu, Ketrin Triwidiastuty, menilai praktik pengolahan sampah yang dijalankan warga memiliki nilai strategis, terutama dalam mendukung ketahanan pangan.
“Ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tapi sudah menjadi sistem yang berdaya guna. Model seperti ini tidak cukup hanya dikenal di Bandung, harus didorong ke level internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsistensi warga sejak 2019 menjadi kekuatan utama keberhasilan program tersebut.

“Keteguhan warga dan capaian yang sudah diraih, termasuk pengakuan dari berbagai pihak, menjadi hal penting untuk kami pelajari,” katanya.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming, Doddi Iryana Memed, menyebut keberhasilan program ini lahir dari kolaborasi kuat warga, khususnya peran aktif ibu-ibu di lingkungan setempat.
“Awalnya persoalan sampah cukup rumit. Tapi dengan kebersamaan, kini justru memberi manfaat dan nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Doddi, model pengelolaan berbasis masyarakat ini mulai dilirik dan ditiru oleh berbagai daerah, terutama wilayah perkotaan yang menghadapi persoalan serupa.
Sementara itu, Lurah Antapani Tengah, Muhamad Rosada, mendorong agar praktik serupa dapat direplikasi lebih luas.
“Harapannya, ini bisa cepat menyebar, minimal di Kota Bandung sebagai solusi konkret persoalan sampah perkotaan,” katanya.
Dalam beberapa waktu terakhir, Jasmine Integrated Farming memang kian menjadi rujukan. Pada Februari 2026, lokasi ini dikunjungi Irfan Hakim bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Tak lama berselang, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq juga meninjau langsung kawasan tersebut dan mengapresiasi pengelolaan sampah mandiri di tengah permukiman padat. (HS & RD).
BACA JUGA: Simulasi Pembersihan Menara Kembar Masjid Agung Bandung oleh VRI Ramaikan Ramadhan Festival 2026

