ALGIVON.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya pergantian isu publik, keberanian untuk tetap bersuara atas persoalan kemanusiaan merupakan sikap yang patut dihargai. Pernyataan sikap yang disampaikan oleh Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba (21 Mei 2026), menunjukkan bahwa nurani sosial dan keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat akademik.
Korupsinikus memandang bahwa sikap tersebut bukan semata respons emosional terhadap situasi global, melainkan cerminan tanggung jawab moral warga bangsa yang peduli terhadap keselamatan sesama manusia, terlebih ketika menyangkut warga negara Indonesia yang berada dalam situasi genting di ruang internasional.
Langkah mendesak pemerintah agar bergerak aktif melalui jalur diplomasi menunjukkan bahwa alumni FTK Unisba memahami pentingnya kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya di mana pun berada. Dalam konteks ini, kritik dan tuntutan publik seharusnya tidak dipandang sebagai tekanan negatif, melainkan energi kolektif agar negara bekerja lebih maksimal, cepat, dan bermartabat.
Korupsinikus juga menilai bahwa keberanian menyuarakan dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari konsistensi sejarah bangsa Indonesia yang sejak lama menempatkan kemerdekaan dan kemanusiaan sebagai prinsip utama politik luar negeri. Sikap seperti ini penting dijaga agar generasi muda tidak kehilangan sensitivitas terhadap penderitaan manusia hanya karena dibatasi jarak geografis atau kepentingan politik global.
Yang menarik, pernyataan AFTA Unisba tidak berhenti pada kecaman, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal isu secara damai dan konstitusional. Ini menjadi contoh bahwa gerakan moral bisa dilakukan dengan cara yang beradab, argumentatif, dan tetap menjunjung nilai persatuan.
Di era ketika banyak orang memilih diam atau sekadar menjadi penonton, suara-suara dari kampus dan komunitas intelektual justru menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal gelar, tetapi juga keberanian membela nilai kemanusiaan.
Korupsinikus berharap semangat kepedulian seperti ini terus tumbuh di berbagai elemen masyarakat. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara ekonomi, melainkan bangsa yang tidak kehilangan hati nurani ketika melihat ketidakadilan terjadi di hadapan mata dunia.
“Suara kemanusiaan mungkin tidak selalu mengubah dunia seketika, tetapi dunia yang lebih baik selalu dimulai dari orang-orang yang memilih untuk tidak diam.”
(Selesai)
BACA JUGA: Menakar Kecanggihan Perjokian UTBK 2026, Korupsinikus: Bak Operasi Mission Imposibble

