Sen. Mei 11th, 2026

Eka Santosa Kagumi Pembangunan Kedaton Giri Nusantara di Jalan Cagak Subang

ALGIVON.ID Sekretaris Jenderal Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat, Eka Santosa, mengaku terkesan dengan pembangunan kawasan budaya dan wisata Kedaton Giri Nusantara yang berlokasi di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kekaguman tersebut disampaikan Eka saat berkunjung ke padepokan Kedaton Giri Nusantara pada 10 Mei 2026 bersama sejumlah rekannya. Mereka diterima langsung oleh pimpinan padepokan yang akrab disapa Ki Semar Romo Bayu Suryoadiwinata.

“Praktis baru enam bulan kami kerjakan. Alhamdulillah, semuanya selalu dilancarkan,” ujar Romo saat ditemui di kawasan padepokan yang diketahui dirinya pun tercatat sebagai pemeran film “Dukun Magang” yang akan tayang pada 16 Mei mendatang.

Romo menjelaskan, Kedaton Giri Nusantara dirancang sebagai kawasan wisata dan budaya bernuansa kerajaan dengan perpaduan budaya Sunda dan Jawa.

Eka Santosa (kiri), sedang berbincang serius dengan Romo (tengah), disaksikan Djen Himawan (kanan). Kepada redaksi, ketiganya optimis padepokan Kedaton Giri Nusantara akan terwujud pada waktunya. (Foto:Harri Safiari).
Romo (ke-2 dari kiri) menjelaskan asal-muasal garapan padepokan Kedaton Giri Nusantara kepada tamunya, Eka Santosa dan rekan. (Foto: Harri Safiari).

Pancasila dan NKRI

Saat ini, sekitar lima hektare lahan telah dikembangkan dengan sejumlah fasilitas, seperti pendopo, kolam atau danau kecil, penginapan, pemandian air panas, hingga sarana peribadatan bagi berbagai pemeluk agama.

“Basisnya tetap Pancasila dan NKRI. Masih ada sekitar 16 hektare lagi yang belum dikembangkan,” katanya sambil memperkenalkan salah satu tamu penting kala itu Paduka Yang Mulia Vicoas T.B. Amalo selaku Raja atau Manek Kerajaan Nusak Temanu, Rote, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Eka Santosa, konsep penataan kawasan tersebut dinilai unik dan memiliki daya tarik kuat, terutama bagi generasi muda.

“Sangat menarik penataan tempat ini. Semua ditata serba estetik, bahkan cenderung kolosal. Ada kolaborasi budaya Sunda dan Jawa yang kuat. Ini penting sebagai proses pewarisan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, turut hadir anggota Dewan Pangaping BOMA Jawa Barat, Robin Gultom. Ia menjelaskan, salah satu agenda pertemuan tersebut adalah memperkenalkan Djen Himawan, yang dikenal sebagai kolektor karya seni, termasuk lukisan karya almarhum pelukis Umar Sumarta.

Eka menambahkan, saat ini tengah dijajaki rencana menghadirkan pameran permanen kaligrafi Al-Quran berbahan tembaga berukuran besar di kawasan padepokan.

“Ini mungkin akan menjadi salah satu daya tarik pengunjung Kedaton Giri Nusantara di Jalan Cagak, Subang,” katanya.

Secara terpisah, Djen Himawan menyatakan optimismenya terhadap pengembangan kawasan tersebut.

“Saya meyakini kolaborasi yang saling menguntungkan bagi banyak pihak akan terwujud dalam waktu dekat. Tinggal bagaimana kami menyinkronkan langkah saja,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Eka Santosa kembali menyampaikan apresiasi atas prakarsa pembangunan Kedaton Giri Nusantara yang digagas Romo.

“Uniknya, pembangunan ini dilakukan tanpa perencanaan di atas kertas sebagaimana lazimnya, namun hasil sementara yang terlihat sudah sangat luar biasa dalam banyak hal,” katanya. (RD & HS)

BACA JUGA: Jaksa Agung Terima Gelar ‘Satria Adhyaksa Nusantara’, BOMA Jabar Soroti Penguatan Penegakan Hukum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *