Jum. Mei 8th, 2026

“Seni Menjaga Bumi” Seniman Daur Ulang Teguh J. Dwiyono

ALGIVON.IDGaleri Nayanika kembali menghadirkan kolaborasi istimewa bersama Jaga Bumi Eco Mart & Community Hub dalam rangkaian pameran seni bertajuk “SENI MENJAGA BUMI” : Merawat Kehidupan Melalui Karya dan Kesadaran, hari Jum’at 6/2/2026 di Cihampelas Walk Ball, Broadway Area SL-15, Bandung. 

Pameran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap seni berkelanjutan, menghadirkan Maestro Seni Daur Ulang Teguh J. Dwiyono, yang berhasil mendemonstrasikan bagaimana limbah plastik dapat bertransformasi menjadi karya seni bernilai tinggi.

General Manager Nayanika sekaligus ketua panitia Prima Mulia mengatakan “Seni Menjaga Bumi” adalah pendekatan kreatif dan kultural untuk melestarikan lingkungan melalui aksi nyata, tradisi lokal, dan karya seni. Ini mencakup eco-art dari bahan daur ulang. “Untuk itu kami menghadirkan Maestro Seni Daur Ulang bapak Teguh J. Dwiyono” terang Prima dalam sambutanya.

Pameran ini menghadirkan sesi 

Art Exhibition,

Art Talks, dan

Sustainable Painting

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan, audiance diminta untuk membawa maksimal 5 sampah plastik bekas (yang sudah dalam keadaan bersih) untuk digunakan bersama dalam kegiatan Live Demo dipandu Maestro Teguh J. Dwiyono

Teguh J. Dwiyono adalah seorang seniman lukis asal Indonesia yang dikenal karena inovasinya dalam menggunakan limbah sebagai media berkarya. Beliau tercatat sebagai pelukis pertama di Indonesia yang menggunakan media cangkang telur, sebuah pencapaian yang membuatnya dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2005.

Sebagai pelopor “Media Limbah”, selain cangkang telur, ia juga aktif mengubah sampah plastik menjadi karya seni rupa bernilai tinggi sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan.

Pameran “Sisa Menjadi Cipta”: Pada Mei 2025, karyanya dipamerkan di Nayanika Art Gallery dalam eksibisi bertajuk “Sisa Menjadi Cipta” yang menekankan narasi keberlanjutan, Teguh menyampaikan pesan cinta lingkungan dengan mengubah barang yang tidak terpakai menjadi pesan visual yang bermakna.

Dalam pameran ini Teguh berharap dapat menyadarkan masyarakat untuk peduli dengan lingkungan. Bagaimana merawat bumi kita, lingkungan kita dengan mengolah limbah plastik menjadi karya seni dengan metode yang mudah.

“Jadi saya jamin semua orang bisa berkarya dengan limbah plastik ini” terang Teguh

Dengan metode yang mudah ini,kata dia sampai saat ini banyak murid muridnya yg berhasil menjadi seniman profesional melebihi dirinya.

Sementara itu dalam sesi Sustainable Art Talk hadir beberapa narasumber yaitu Teguh Dwiyono (Pelukis), Rahmat Jabaril (Seniman dan Kurator), Adi Junjunan Mustafa (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung), Wisnu Rahtomo (Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Politeknik Pariwisata NHI)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa dalam kata sambutan membeberkan bahwa acara ini sangat menarik, karena adanya transformasi dari sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi bernilai. Disbudpar juga ada bagian yang mengerjakan “ekraf” (Ekonomi Kreatif).

“Ini bagian dari kreatifitas ” kata Adi. “Sesuatu yang tadinya tidak atau kurang bernilai menjadi punya value yang tinggi” tegasnya.

Kadisbudpar Kota Bandung dalam kesempatan ini juga didaulat membuka acara dengan memainkan angklung bersama, sebagai tanda di mulai nya acara pembukaan pameran.

BACA JUGA: Ramadhan Festival 2026 Masjid Agung Bandung, Farhan: Mari berkumpul dan makmurkan

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *