Esai Satire: Harri Safiari
ALGIVON.ID – Kota Bandung — Debut film horor-zombie beraroma pekat pedesaan Indonesia Abadi Nan Jaya (ANJ), arahan sutradara Kimo Stamboel, resmi tayang global di Netflix pada 23 Oktober 2025. Siapa sangka, film ini langsung meledak di kategori “non-English”. Jamu naik kelas jadi virus kelas dunia — siapa nyana?
Di sisi lain, ada yang tiba-tiba bangkit dari “tidur panjang”: Korupsinikus — makhluk legenda di Negeri Konoha Raya (NKR). Ribuan tahun ia membatu, dikira fosil kerabat Pithecanthropus dari Sangiran. Semuanya gara-gara kutukan Malin-Kundang-style: ia menerima amplop haram untuk yang ke-2005 kalinya saat masih jadi pegawai negara. Terlalu serakah sampai tanah pun menolak.
Hingga suatu hari, Wi-Fi 7 (yang bahkan belum resmi ada di bumi manusia!) menyambar patungnya. Korupsinikus hidup lagi, menolak pun tak bisa. Kini ia bersahabat akrab dengan Rubi — aktivis antikorupsi yang hidupnya ironis: sering minus saldo karena menolak amplop.
Namun, jangan salah. Alih-alih tobat, Korupsinikus kini justru memberi motivasi ke Gen Z:
“Belajarlah korupsi yang lihai, tapi tetap licin seperti belut suci — tak tersentuh hukum.”
Begitu pesannya dalam seminar bertajuk “Tips Etis Menghindari Tuduhan Korupsi Bertubi-tubi”.
Saat ditemui pewarta, Korupsinikus menanggapi film ANJ dengan serius yang menggelikan:
“Saya suka Sadimin (Donny Damara), pemilik jamu Wani Waras itu. Kalau bisa, sekuelnya ciptakan jamu antikorupsi yang efek sampingnya unik: koruptor saling memakan… dan punah.”
Ia merujuk pada alur ANJ: Sadimin meneguk jamu keabadian, mati, lalu bangkit sebagai zombie — langsung menerkam keluarganya. Wabah pun merajalela di Desa Wanirejo, memaksa keluarganya — Kenes (Mikha Tambayong), Bambang (Martino Lio), Karina (Eva Celia), Rudi (Dimas Anggara), dan cucu kecil Raihan (Varen Arianda Calief) — bertahan bukan hanya dari zombi, tapi konflik lama yang selama ini dipoles kata “cinta keluarga”.
Ambisi keabadian?
Di ANJ ia justru memporak-porandakan kemanusiaan menjadi aturan baru: yang kuat memakan yang lemah.
Mirip suasana… kantor publik tertentu?
Para jurnalis kemudian menggoda Korupsinikus soal adegan akhir: Grace (Karina Suwandhi), mitra bisnis Sadimin, yang meminum jamu sama di Jakarta.
“Saya harap efeknya lebih dahsyat. Biar perekonomian hiburan dunia makin menggeliat karena zombi lokal!”
“Dan kalau pemerintah NKR sekalian kreatif, ramuan ANJ bisa disisipkan ke program antikorupsi nasional, via Komisi Anti Rasuah. Hukumannya sederhana: icip jamu.
Lalu… yang rakus akan saling memakan.
Dan… punah!”
Korupsinikus berhenti sejenak. Menatap jauh. Mulut setengah melongo.
Seolah membayangkan dunia tanpa koruptor — sebuah utopia yang terlalu menakutkan untuk pemerintah manapun. (Selesai)
BACA JUGA: Korupsinikus dan Revolusi Moral: Dari Batu Jadi Buzzer

