ALGIVON.ID — Masjid Lautze 2 berdiri sejak 1997 di Jalan Tamblong, tepat di seberang ikon “patung Persib”. Masjid bercorak arsitektur Tionghoa ini menyusul jejak Masjid Lautze 1 Jakarta yang berdiri pada 1991 berkat inisiatif Haji Ali Karim, seorang mualaf keturunan Tionghoa.
Sejak awal, masjid ini dikenal sebagai simbol perjumpaan budaya dan persaudaraan lintas etnis di Bandung.
Dua Tokoh Sepuh yang Jadi Saksi Perjalanan
Pada Jumat (29/8/2025), selepas salat Jumat, dua tokoh sepuh terlihat berbincang santai di pintu utama masjid. Mereka adalah:
Abah Oting Hambali (79), mantan pengusaha tekstil, kini Dewan Pembina Masjid Lautze .
Abah Landoeng (100), veteran Dwikora dan pensiunan guru SMPN 2 & 5 Bandung.
Keduanya bukan hanya saksi, tetapi juga penjaga nilai sejarah dan semangat kebersamaan yang tumbuh di sekitar masjid.

Canda Bijak soal Macan Tutul Lembang
Menariknya, ketika ditanya secara iseng apakah mereka ingin ikut berburu macan tutul yang kabur dari Lembang Park Zoo sehari sebelumnya, keduanya menanggapinya dengan santai.
“Untuk urusan itu biarlah anak muda yang sigap mengamankan. Semoga si macan segera tertangkap, mungkin dia kedinginan di Lembang karena tak diberi selimut,” ujar mereka sambil tersenyum.
Candaan ini mencerminkan kebijaksanaan usia sepuh: ringan namun penuh makna.
Jamaah Semakin Bertambah
Abah Oting mengaku bersyukur karena setiap Jumat, Masjid Lautze 2 kini dipenuhi 400–500 jamaah.
“Alhamdulillah, semoga keberkahan dari masjid ini bisa dirasakan siapa pun,” ucapnya.
Sementara Abah Landoeng mengenang masa 2017, ketika jamaah masih didominasi murid SMPN 2, SMPN 5, serta SMAN 3 dan 5 Bandung. Kini, jamaah datang dari berbagai kalangan, menandakan masjid ini semakin inklusif.
Dukungan dari Rumah Dinas Kapolda Jabar
Kehadiran Rumah Dinas Kapolda Jabar yang berada tepat di seberang masjid ternyata memberi dampak positif. Menurut Rizal dan Rahmat, pengurus yayasan Masjid Lautze 2, setiap Kapolda yang menempati rumah dinas tersebut memiliki cara khas dalam mendukung keberadaan masjid.
“Untuk operasional, selalu ada uluran tangan dari banyak pihak, termasuk Pak Kapolda,” ungkap mereka penuh syukur.

Masjid sebagai Simbol Toleransi dan Kebersamaan
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Lautze 2 adalah simbol persaudaraan lintas budaya di Bandung. Dari arsitekturnya yang khas Tionghoa hingga jamaahnya yang beragam, masjid ini memperlihatkan bahwa perbedaan bisa bersatu dalam harmoni.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Kehadiran sosok seperti Abah Oting dan Abah Landoeng menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan, pengabdian, dan keikhlasan adalah warisan berharga untuk generasi muda. Masjid Lautze 2 tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat silaturahmi dan inspirasi. (HS & RD).
BACA JUGA: Komitmen Forum Penyelamat Hutan Jawa dalam Menjaga Lingkungan: Doa Bersama untuk Kang Acil Bimbo

