ALGIVON.ID – Mural bertema pelestarian lingkungan yang dipadukan dengan semangat Persib Bandung kini menghiasi tembok tanggul Sungai Cironggeng di Kompleks Arcamanik Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.
Karya sepanjang sekitar 35 meter itu digarap pelukis mural Bobbi Jaelani atau Mang Bob, bersama rekannya Agus Baso, dan mendapat apresiasi dari tokoh lingkungan Jawa Barat, Eka Santosa.


Saat meninjau proses penyelesaian mural pada Rabu (29/7/2026) malam, Eka Santosa mengatakan karya tersebut tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Bertahun-tahun tembok tanggul sungai ini tampak biasa. Mulai malam ini menjadi lebih hidup. Saya berharap pesan mencintai lingkungan melalui filosofi Indung Langit, Bapa Bumi semakin tumbuh di tengah masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Jawa Barat periode 1999–2004 itu.


Mang Bob mengatakan pengerjaan mural hampir rampung dan hanya menyisakan penyelesaian akhir sebelum dirinya bersama tim bertolak ke Kota Banjar untuk mengerjakan mural di Polres Banjar.
Sudah hampir selesai, tinggal polesan akhir. Besok kami langsung berangkat ke Kota Banjar untuk menggarap mural di Polres kata Bob.
Pesan Lestarikan Lingkungan dan Persib
Menurut Mang Bob, konsep mural merupakan hasil diskusi bersama A. Diawati Sejati (Jati) dan Eka Santosa, sehingga memadukan pesan pelestarian lingkungan dengan identitas Persib Bandung yang dekat dengan masyarakat.
Lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) itu mengaku tidak menemui kendala berarti selama proses pengerjaan karena berlangsung pada musim kemarau.
“Kalau musim hujan tentu lebih sulit. Tema mural kami kembangkan bersama melalui diskusi dan improvisasi agar pesannya mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Ketua RW 02 Kelurahan Cisaranten Endah, Novianto, mengapresiasi kontribusi keluarga Eka Santosa dalam mempercantik lingkungan permukiman.
Ikon Baru Arcamanik Kota Bandung
Ia berharap mural tersebut menjadi ikon baru kawasan Arcamanik Endah, bahkan tidak menutup kemungkinan suatu saat dapat diresmikan oleh Wali Kota Bandung.
Sementara itu, Mang Bob menilai mural kini mulai menjadi pilihan masyarakat dibandingkan media visual berbahan cetak seperti vinyl yang mudah rusak akibat cuaca.
“Harapan kami, mural ini bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menggerakkan warga untuk memilah sampah, menjaga kebersihan, dan semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan,” pungkasnya.
(Harri Safiari & Rivansyah Dunda)
BACA JUGA: Film Downsizing: Ketika Tubuh Manusia Mengecil, tetapi Krisis Kemanusiaan Tetap Membesar

