Rab. Apr 22nd, 2026

Ratusan Paud Tanam Pohon di Gunung Masigit KBB, Lawan Krisis Iklim

ALGIVONIDDi tengah gersangnya lahan bekas tambang dan minimnya ruang hijau di Kabupaten Bandung Barat (KBB), sekelompok anak-anak kecil (20/7/2025) di Gunung Masigit terdiri atas ratusan anak dari PAUD se-Cipatat, KBB, datang dengan hati penuh harapan. Tak lain mereka datang untuk membangun masa depan – menanam pohon!

Kata beberapa pengamat dan pegiat lingkungan hidup, fenomena ini merupakan wajah baru perlawanan terhadap krisis iklim. Menariknya, kegiatan fenomenal ini dimulai dari sebuah desa: Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, KBB.

Basis tajuk acara ini, “Pengenalan Lingkungan dan Menanam Asik untuk Usia Dini. Kegiatan ini digagas oleh Gerak Bersama Jaga Bumi bersama Yayasan Perempuan Indie.

Menurut Fahmi yang dikenal sebagai pegiat sosial muda, kegiatan ini setidaknya telah menghijaukan lahan oleh 500 pohon buah produktif. Masih kata Fahmi, ini menjadi ruang belajar luar biasa, tujuannya agar anak-anak mengenal lingkungan secara nyata, bukan sekadar dari buku pelajaran.

“Kalau kita menunggu orang lain bergerak, mungkin pohon itu tidak akan pernah ditanam. Maka anak-anak hari ini bukan hanya menanam untuk belajar, tapi kita semua belajar dari mereka bahwa perubahan bisa dimulai dari hal yang kecil,” terang Fahmi, yang juga dikenal sebagai motor utama di balik jalannya acara ini.

Fenomena Penurunan Kualitas Lingkungan 

Lainnya kepada redaksi, Asep Komara Santoso selaku pembina panitia, dan Nuril Shalihan, Ketua Yayasan Perempuan Indie, menyatakan, “Fahmi dan rekan-rekannya, bukan hanya hanya sebagai penonton dari fenomena penurunan kualitas lingkungan di sekitarnya, kali ini mereka termasuk pelaku utama perubahan,”

Terkait suksesnya acara ini, panitia kepada redaksi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pihak yang mendukung penuh kegiatan ini, di antaranya:

Asep Sudrajat, S.Kom., MM, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Komisi 3, Dinas Lingkungan Hidup KBB, Dinas Pariwisata KBB, PLN Cisokan, dan BPDAS Citarum-Ciliwung.

Sementara itu di tempat yang sama Hadi Lesmana, Pemerhati Lingkungan, menyatakan bahwa pendidikan tentang pentingnya lingkugan harus ditanamkan dan diajarkan sedini mungkin, “merekalah pewaris dunia ini, hal ini sinergis dengan kebijakan pusat maupun daerah yang lebih mengedepankan aspek lingkungan.”

Pantauan redaksi, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam hal pemberdayaan  puluhan pemuda lokal Cipatat, KBB. Hal ini memberi mereka bukan hanya ruang untuk belajar, tapi untuk melahirkan pemimpin, seperti yang dicontohkan oleh Fahmi.

Di akhir acara, dalam suasana hangat dan akrab, disertai tawa anak-anak, seakan tercipta acara ini bukan akhir dari gerakan. “Ini adalah awal. Bibit-bibit yang ditanam hari ini, bukan hanya akan tumbuh menjadi pohon, tapi menjadi simbol bahwa masa depan bisa lebih hijau, jika kita berani bergerak lebih dulu,”ujar Fahmi sambil memungkas -”Menanam itu sejatinya keberanian, hari ini kita buktikan, ya berani menanam!”(HS& RD/HL).

BACA JUGA: Khasiat Albumin dari Ikan Gabus untuk Terapi Kesehatan  

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *