Jum. Sep 11th, 2026

Kujang untuk CEO Jenama Eiger Ronny Lukito, Abah Alam: Inspirasi bagi generasi muda

ALGIVON.IDPendiri sekaligus CEO Jenama EIGER, Ronny Lukito, menerima penghormatan istimewa dari Kawargian Abah Alam (KAA) berupa penganugerahan pusaka tradisional Sunda, Kujang. 

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Ronny Lukito dalam mendorong pelestarian alam dan lingkungan di Indonesia.

Penganugerahan Kujang diserahkan langsung oleh budayawan Jawa Barat, Adhitiya Alam Syah atau yang akrab disapa Abah Alam, kepada Ronny Lukito di Rongga Budaya, Dusun Bambu, Jalan Kolonel Masturi KM 11, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9/2026).

Prosesi tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Ormatan Tarawangsa Sunda Lugina, peringatan HUT ke-12 Dusun Bambu, persiapan Soft Opening EIGER Nature, serta doa bersama.

Di hadapan para pelaku budaya dan awak media, Ronny Lukito menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kehormatannya menerima Kujang tersebut.

“Saya sangat terhormat mendapatkan Kujang ini, terima kasih kepada Abah Alam yang telah mempercayakan Kujang kepada saya,” ujar Ronny Lukito dalam sambutannya.

Menurut Abah Alam, pemberian Kujang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk penghormatan kepada Ronny Lukito.

Lebih jauh, penghargaan itu diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengikuti jejak tokoh-tokoh yang konsisten melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

EIGER Nature Bogor

Apresiasi tersebut tidak terlepas dari berbagai program konservasi dan ekowisata yang dikembangkan Ronny Lukito melalui EIGER Nature di Bogor, destinasi ekowisata tersebut direncanakan menjalani soft opening pada Oktober 2026.

EIGER Nature dikembangkan dengan konsep yang menempatkan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari pengembangan kawasan.

Sebelum beroperasi, sejumlah program konservasi telah dijalankan di dua kawasan, yakni zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas 253,66 hektare serta pemulihan lahan kritis di kawasan PTPN I Regional 2 seluas 73,23 hektare.

Upaya tersebut diklaim menjadi bagian dari kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

Ronny Lukito dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa ekowisata tidak semata-mata menghadirkan destinasi wisata, tetapi harus memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, budaya, serta generasi mendatang.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pemulihan lahan di kawasan PTPN I Regional 2 yang sebelumnya dimanfaatkan secara ilegal oleh 83 penggarap.

Melalui pendekatan kolaboratif dan humanis, EIGER Nature melakukan pemulihan kawasan sekaligus menyiapkan solusi relokasi.

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, dibangun 30 rumah untuk relokasi para penggarap, serta fasilitas berupa mushola dan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Langkah tersebut diarahkan tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan sosial, tetapi juga memulihkan fungsi dan aset negara.

Komitmen terhadap aspek ekologis juga diwujudkan melalui berbagai program penghijauan dan pengelolaan lingkungan.

Di kawasan PTPN, lebih dari 100.000 pohon dan perdu telah ditanam, ditambah lebih dari 1,8 juta tanaman semak dan ground cover. Sementara melalui program adopsi pohon di kawasan TNGGP, lebih dari 1.800 pohon telah ditanam.

Dalam pengendalian tata air, EIGER Nature melakukan perencanaan hidrologi dan drainase secara komprehensif, hingga kini, lima kolam retensi dan sekitar 120 sumur resapan telah dibangun dari target 205 sumur resapan.

Konsep kawasan hijau juga tercermin dari Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang disebut hanya sekitar 9 persen.

Dengan demikian, lebih dari 90 persen lahan tetap diarahkan sebagai area hijau untuk mendukung resapan air, keanekaragaman hayati, dan kualitas lingkungan.

Selain EIGER Nature, komitmen terhadap konservasi juga dijalankan EIGER melalui sejumlah program, antara lain Mountain & Jungle Course (MJC), Zero Waste Mountain, ekspedisi ekologis, EIGER Conservation Site di KidZania, hingga pengembangan produk dengan material yang lebih ramah lingkungan.

Program Zero Waste Mountain, misalnya, diarahkan untuk mendorong kawasan pegunungan di Indonesia terbebas dari sampah. Gunung Kembang menjadi salah satu kawasan yang dikembangkan sebagai pionir melalui kolaborasi dengan pengelola pos pendakian dan masyarakat setempat.

Sementara itu, ekspedisi ekologis seperti Black Borneo Expedition dilakukan untuk mendukung eksplorasi, pendataan flora dan fauna, sekaligus memperkuat upaya pelestarian kawasan penting seperti Karst Sangkulirang.

Penganugerahan Kujang kepada Ronny Lukito memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pemberian benda pusaka.

Dalam tradisi Sunda, Kujang dikenal sebagai salah satu simbol budaya yang merepresentasikan keteguhan, kehormatan, dan nilai-nilai kehidupan.

Lekukan dan bentuknya tidak sekadar memiliki nilai estetika, tetapi juga kerap dimaknai sebagai representasi ketajaman akal, kekuatan niat, serta keteguhan dalam bertindak.

Karena itu, pemberian Kujang pada momentum tertentu dapat menjadi bentuk penghormatan sekaligus penyampaian harapan agar penerimanya mampu menjaga nilai-nilai yang diamanahkan.

Bagi Ronny Lukito, penganugerahan tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat gerakan pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan EIGER.

Dengan demikian, Kujang yang diterimanya bukan hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai amanah untuk terus menghadirkan aksi nyata dalam menjaga alam dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penganugerahan tersebut mempertemukan dua nilai penting, budaya dan lingkungan—dalam satu momentum.

Nilai-nilai kearifan Sunda melalui Kujang bertemu dengan semangat konservasi yang diusung EIGER, sekaligus menjadi pesan bahwa pelestarian alam membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan keberlanjutan lintas generasi.

(RD/Rls)

BACA JUGA: Jenama EIGER Dukung Penuh Film Bara dan Hutan Rahasia, Wali Kota Bandung Himbau Pelajar Menonton

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *