ALGIVON – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK Unpad) untuk kedua kalinya bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Kedua pihak menandatangani kesepakatan yang tercantum Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa (5/3/2024) di Auditorium Unpad Jatinangor Bandung.
Kerjasama tersebut Kementerian KP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), penerapan hasil penelitian, hingga pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan. Hal itu tersebut merupakan perpanjangan sejak Susi Pudjiastuti memimpin Kementerian KP pada 2014 . Rektor Unpad Rina Indiastuti menyambut baik jalinan kerja sama dengan KKP. Menurutnya, tujuan KKP sejalan dengan pola ilmiah pokok Unpad sebagai landasan kerja dan fungsi pendidikan tinggi.
“Kita ada beberapa kerjasama , termasuk kerjasama pemanfaatan Benih Bening Lobster (BBL) untuk budidaya lobster. Di jaman Bu Susi dilarang, tetapi oleh Pak Menteri sekarang coba dipelajari untuk dibudidayakan. Ini agar manfaatnya lebih besar,” terang Yudi Nurul Ihsan Dekan FPIK Unpad bersama Rina Indiastuti Rektor Unpad usai mendampingi Menteri KP Sakti Trenggono memberikan kuliah umum soal “Ekonomi Biru” .
Dalam sambutannya, Rina Indiastuti menyampaikan bahwa Unpad sangat setuju dengan konsep “Ekonomi Biru”. Hal itu sebagai upaya dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi pada ekosistem laut. Rina berharap, Unpad dapat ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup serta meningkatkan ekonomi melalui karya-karya hasil riset dan inovasi. “Unpad sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah yang terdepan di dalam riset dan pengembangan,” ujar Rina Indiastuti.

Riset dan Inovasi FPIK Unpad
Kemudian Yudi mengungkapkan dari kerjasama tersebut, FPIK Unpad akan memberikan riset ke Kementerian KP. “Kita pernah dapat kapal, dari KKP, beberapa kali kita dapat dana riset, ini bagian dari kemitraan ABGZ (Akademisi, Bisnis, Government,dan Masyarakat), ” ujar Yudi.
Dalam kuliah umum Sakti Trenggono mengharapkan mahasiswa untuk berinovasi dan berkarya sebagai bentuk membangun ketahanan pangan, pasalnya seiring dengan peningkatan populasi manusia maka kebutuhan protein meningkat. Menurut Yudi semua pihak bisa memanfaakan hasil riset di Unpad . “Unpad aktif sebagai mitra strategis Kementerian KP,” tambah Yudi.
Nanti, di 2035, populasi manusia secara global diprediksi mencapai 8,8 miliar orang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan protein sebanyak 49 persen, sementara di Indonesia, kebutuhan protein diprediksi meningkat 56 persen dibanding tahun 2019.
BACA JUGA: Aktivis Lingkungan Eka Santosa Soroti Kisruh Penetapan Ketua FKP-DAS Jabar

