Sel. Apr 21st, 2026

Menwa YON XI/UPI Bantu Penanganan Bencana Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat

ALGIVON.IDSebanyak 25 personel Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran (Diklatsarmil) Resimen Mahasiswa Batalyon XI (Menwa YON XI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), gerak cepat membantu penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Jumlah  25 relawan ini terdiri dari 20 siswa dan 5 orang pelatih, diberangkatkan dari Markas Komando Menwa YON XI/UPI, Jalan Dr. Setiabudi No. 229,  Kota Bandung, Minggu pagi, (25/1/2026).

Pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Menwa YON XI/UPI, William Ishaq Juarsyah Gusti Nugraha, tujuannya guna penyelarasan aksi dan koordinasi di lapangan, yang terbagi atas tiga regu yakni Regu Lapangan, Regu Posko, dan Regu Logistik.

Komandan Menwa YON XI/UPI mengatakan, sebanyak 10 orang siswa laki-laki dilibatkan dalam Regu Lapangan, mereka bertugas membantu proses pencarian korban, pembersihan medan, dan evakuasi korban.

“Mereka bersinergi dengan tim gabungan dari BNPB, BASARNAS, dan relawan dari berbagai unsur lainnya, “ jelas Komandan Menwa YON XI/UPI, William.

Menurut William, sinergi ini, dilakukan untuk memaksimalkan tenaga di lapangan agar proses evakuasi berjalan lebih cepat dan efektif.

Kepekaan Sosial

Menurut William, penugasan ini bersifat mendesak dan membutuhkan respon cepat. – Hal ini penting, guna membentuk kepekaan sosial, kesiapsiagaan, serta semangat pengabdian para anggota Menwa terhadap masyarakat, terang William menambahkan.

Hal senada disampaikan Sukendi, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Menwa YON XI/UPI, yang saat itu turut mendampingi, mengatakan bahwa langkah dan respon cepat dari Komando Latihan (Kolat) Diklatsarmil Menwa YON XI/UPI patut diapresiasi ditengah pendidikan berlangsung dapat menerjunkan bantuan Tenaga Kekuatannya.

Kegiatan ini diharapkan selaras dengan semboyan Menwa yaitu tekad semangat Doktrin Pengabdian “Widya Castrena Dharma Siddha” sebagai anggota menwa, disamping semangat pengabdian ilmu keprajuritan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, pungkasnya. (HRS/HS/RD).

BACA JUGA: Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Korupsinikus: Itu Buaian

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *