ALGIVON.ID – Sebuah pemandangan unik hadir di halaman Gedung Sate, Bandung, Kamis sore (5/9/2025). Tokoh budaya dan pegiat lingkungan Jawa Barat (Jabar) Dadang Hermawan Arthayuda atau yang akrab disapa Mang Utun, menggelar demo berbalut Seni Budaya Sunda (Aksi Budaya) soal Tunjangan DPRD Jabar.
Dalam aksinya, Mang Utun menuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar segera mencabut subsidi untuk DPRD Jabar yang dianggap tidak jelas dan tidak transparan.
“Untuk Demul, cabut subsidi tak jelas untuk DPRD Jabar! Mumpung belum setahun Anda menjabat, konon untuk efisiensi,” seru Mang Utun di hadapan massa.Menurutnya, anggaran untuk anggota DPRD Jabar mencapai Rp74 juta per bulan, lebih besar daripada tunjangan DPR RI yang sempat menuai polemik nasional.

Kritik ke Disparbud dan Pentingnya Seni Sunda
Selain isu anggaran, Mang Utun juga menyinggung perlakuan oknum Disparbud Jabar yang berusaha menyingkirkan komunitas seni Sunda dari kawasan Gasibu. Padahal, selama tiga tahun terakhir pertunjukan seni tradisi rutin digelar di sana, mulai dari pencak silat, jaipong, debus, hingga musik calung, yang kerap menarik perhatian wisatawan mancanegara“Alih-alih didukung, kami justru sedang diusir-usir,” keluhnya.

Demo Budaya Sunda Jadi Ajang Apresiasi
Aksi demo budaya di Gedung Sate ini dikemas penuh warna. Berbagai komunitas seni dari kabupaten/kota di Jabar ikut tampil, menjadikan protes Mang Utun bukan sekadar unjuk rasa, tetapi juga ajang pelestarian budaya.
Apandi (45), warga Bandung asal Garut, menyebut aksi ini unik dan inspiratif. “Ini demo yang bagus, ada pertunjukan seni dari daerah saya juga. Menarik sekali,” ujarnya.
Sementara Ervina (24) dan Jajang (26), warga Dago, mengaku betah menonton lebih dari satu jam. “Kalau demo bentuknya seperti ini, damai dan penuh seni, pasti Jabar dan Indonesia aman,” katanya.

Dukung Gerakan 17 + 8 Tuntutan Rakyat
Menanggapi gerakan 17 + 8 Tuntutan Rakyat, Mang Utun menyatakan dukungannya sekaligus menambahkan dua usulan: percepatan RUU Masyarakat Adat serta perlindungan jutaan hektar hutan adat dari program ketahanan pangan yang dinilai rawan merugikan masyarakat adat, termasuk di Papua.
Pesan Damai Lewat Seni dan Budaya
Aksi Mang Utun menjadi bukti bahwa demo di Bandung bisa berlangsung damai dan konstruktif. Dengan memadukan orasi kritis dan pertunjukan seni tradisi Sunda, pesan rakyat tersampaikan lebih berkesan sekaligus memperkuat identitas lokal Jawa Barat.(HS/RD)
BACA JUGA: Ratusan Personel Gabungan Berjaga di Gedung DPRD Jabar

