ALGIVON-ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, para demonstran yang berencana datang minggu lalu tidak memiliki aspirasi yang jelas dan kuat, ada indikasi bahwa mereka memiliki niat buruk, seperti menjarah dan mencuri.
Hal tersebut ia nyatakan pada Senin pagi (1/2025) di depan Gedung DPRD Jawa Barat. menurut Kang Dedi Mulyadi (KDM) kondisi saat ini aman dan kondusif meskipun ada antisipasi unjuk rasa, tidak ada kerumunan massa yang terlihat hingga pagi hari.
Pada pukul 09.30 WIB, aktivitas di jalan Diponegoro Kota Bandung terpantau sepi, cuaca cerah menambah suasana tenang di area tersebut, personel pengamanan tetap bersiaga, memonitor situasi untuk mengantisipasi potensi keramaian
Selanjutnya KDM menyampaikan beberapa poin penting, salah satunya adalah rencana untuk memberikan solusi bagi para pedagang kaki lima (PKL), Gubernur berjanji akan menyediakan lokasi yang tepat untuk mereka berdagang.
Selain itu, KDM menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan sebesar Rp.20 juta kepada seorang pengemudi ojek online (ojol) yang mengalami kecelakaan dan patah kaki, Gubernur menegaskan bahwa tindakannya ini murni bantuan dan bukan sebuah pencitraan.
Mengenai isu unjuk rasa, KDM mengimbau para demonstran untuk tetap tertib dan tidak merusak fasilitas umum.

Tindak Tegas Demonstran Anarkis
Ia juga menegaskan bahwa jika ada massa yang datang tanpa alasan yang jelas, pihaknya siap mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku, dan akan didukung penuh oleh unsur TNI.
Hingga saat ini, kondisi di kantor DPRD Jabar yang berada di lokasi yang sama juga terpantau aman. Petugas terus memantau perkembangan di lapangan akan datang ya demonstran, dan jika terjadi perubahan situasi, akan dilaporkan segera.(RD)
BACA JUGA: Komnas Perempuan Peringatkan Dedi Mulyadi karena Sering Bergurau Seksis

