Sel. Apr 21st, 2026

Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Langsung Jelaskan PR Jabar

Ketua DPRD Jabar Periode 2024-2029 Buky Wibawa didampingi Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono berjalan menghampiri wartawan untuk memberikan keterangan dalam Konferensi Pers di Gedung DPRD, Rabu (9/10/2024). (Foto: Rivansyah Dunda)

ALGIVONKetua DPRD Jabar yang baru, Buky Wibawa langsung menjelaskan pekerjaan rumah ‘PR’ di Jawa Barat yang harus segera diselesaikan setelah dia bersama empat pimpinan baru dilantik di Gedung DPRD Jabar.

Menurutnya, PR di Jabar ini masih besar dan pihaknya sudah mengetahui apa saja yang perlu dapat perhatian, sehingga akan bekerja secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksi dan fungsi.

“Misalnya yang jadi perhatian salah satunya tata ruang ya, di mana kerusakan lingkungan kita tahu di Jabar ini tidak baik-baik saja, mencakup kita lihat bagaimana perencanaan dilakukan, pemanfaatan seperti apa, dan pengendaliannya,” jelasnya kepada awak media di Gedung DPRD Jabar, Rabu (9/10/2024).

“PR lainnya yang sering dikeluhkan masyarakan itu di bidang pendidikan ya. Setiap kami ke lapangan selalu ada keluhan dari orang tua tentang zonasi, ijazah yang ditahan,” kata Buky.

Selain itu masalah yang lainnya, kata dia, ada masalah kesehatan, masalah stunting, masyarakat belum dilayani secara maksimal di rumah sakit, kemudian sarana prasarana sekolah dan anggaran pendidikan yang cukup tinggi.

“Tapi kita harus lihat kembali apakah sesuaikah dengan kualitas atau hasil dari proses pendidikan itu, sesuai yang kita harapkan pada budget yang kita setujui,” ucapnya.

Ketua DPRD Jabar
Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa saat memimpin sidang paripurna untuk pertama kalinya pada Rabu (9/10/2024). (Foto: Rivansyah Dunda)

Kemudian, masalah pengangguran juga, kata dia, masih menjadi perhatian karena dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, tingkat pengangguran di Jawa Barat lumayan tinggi.

“Pengangguran itu kalau kita terjemahkan ketiadaan pekerjaan, ketiadaan makanan, artinya secara psikologi akan timbul perilaku menyimpang. Makanya berita harian itu ada pembegalan, pembunuhan, perampokan,” kata Buky.

Ia mengatakan, penyimpangan perilaku itu salah satu aspeknya adalah ketiadaan pekerjaan, kesulitan ekonomi, dan ketiadaan makanan, sehingga pemerintah harus serius betul dalam menangani masalah tersebut. “Harus serius pemerintah melihat angka pengangguran, jadi masih banyak PR nya,” ucapnya.

BACA JUGA: Ini Harapan Pj Gubernur Jabar kepada DPRD Jabar yang Baru

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *