Sen. Jun 15th, 2026

Pegiat HAM dan Aktivis 98 Peringati 26 Tahun Reformasi di Kampus UPI Bandung

Seorang mahasiswa UPI Bandung menyiapkan kembang dalam teatrikal tabur bunga pada Instalasi 'Demokrasi Mati Suri' di kampus UPI, Bandung (6/6/2024). (Foto: Rivansyah Dunda)

ALGIVON.id Aktivis ’98 dan Pegiat HAM (Hak Asasi Manusia) peringati 26 Tahun Reformasi di Kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung, Kamis (6/6/2024).  Gelaran bertajuk ‘Demokrasi Mati Suri’ yang berlangsung di area amphitheater Museum Pendidikan Nasional dihadiri beberapa beberapa mahsiswa asal UPI dan mahasiswa di Bandung.

“Aksi simbolik mencekam ini, ini galibnya berkisah tentang kekerasan Orde Baru. Berbagai literasi, ada lebih dari 500.000 jiwa melayang, dalam sekian banyak peristiwa berdarah. Rerata terjadi untuk kepentingan politik maupun ekonomi kekuasaan belaka. Ya, demi melanggengkan power dan pengaruh para kroninya, kaum jelata dilibas saja,” ucap Aksan, Koordinator Keluarga Mahasiswa Bandung (Kembang).

Asrul, mahasiswa UPI menyebut beberapa rekannya dari berbagai perwakilan mahasiswa universitas di Jawa Barat dan Banten, yang mengisi acara melalui penampilan puisi, music dan aksi teaterikal, menyatakan:

“Ada sejumlah kasus pelanggaran yang menjadi sorotan hingga saat ini, di antaranya Penembakan Misterius 1982, Rumah Heudong 1989, Kasus Sutet, Pembunuhan Munir, Udin Bernas, Marsinah, Pembunuhan Massal 1965, Peristiwa Pahit di Poso dan Sampit, serta banyak lainnya. Hari ini kami renungkan lagi, agar kisah pahit itu tak terulang,” papar Asrul.

Hadir di lokasi para mahasiswa, media, dosen, dan pembuat konten sosmed menyaksikan pertunjukan yang dilatarbelakangi ratusan tengkorak dan puluhan simbol kuburan bertuliskan beberapa peristiwa yang dinyatakan sebagai pelanggaran demokrasi.

Instalasi uburan yang terbuat dari papan triplek. Di setiap istalasi kuburan itu juga terdapat sejumlah nama korban pelanggaran HAM, diantaranya Munir, Widji Thukul, Marsinah hingga Udin Bernas.

Salah satu bagian instalasi yang memperlihatkan foto korban kekerasan aksi 1998. (Foto: Rivansyah Dunda)

Lainnya, taburan bunga pun menghiasi instalasi kuburan ini. Sebuah bendera merah putih dengan warna sudah mulai pudar juga terpampang di atas tumpukan instalasi tengkorak. Aroma dupa juga tercium menyengat di lokasi acara, yang ditambahi poster besar bertuliskan Peringatan 26 Tahun Reformasi ‘Demokrasi Mati Suri’.

“Aku merasa sedih, ingatanku kembali pada sejumlah suasana muram kasus pelanggaran HAM yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Utamanya, gegara bau menyengat asap dupa…” papar Henny W (22) mahasiswa perguruan tinggi swasta yang sengaja datang dari Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *