Ming. Sep 20th, 2026

Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik di Kota Bandung

ALGIVON.ID – Presiden RI Prabowo Subianto membagikan becak listrik di Kodim 0618, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 200 becak listrik, 200 tablet pintar dan 200 kacamata pintar diserahkan kepada warga yang membutuhkan, pelajar dan pelajar difabel sebagai bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program sosial yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Selain becak listrik, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan tablet pintar, kacamata pintar, serta santunan bagi para Veteran Republik Indonesia dari Peruri.

Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) DR. Teguh Arief mengatakan, program becak listrik tersebut berawal dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi para pengayuh becak yang telah berusia lanjut.

Menurut Teguh, perhatian tersebut muncul setelah Presiden melihat langsung kondisi seorang pengemudi becak berusia sekitar 70 tahun yang masih harus bekerja dengan mengandalkan kekuatan fisik.

“Program ini adalah program inisiatif dan perhatian dari Pak Prabowo yang melihat ada seorang pengemudi becak yang usianya sudah lanjut 70 tahun, sudah kurus, kemudian penuh dengan peluh,” ujar Teguh kepada awak media seusai penyerahan bantuan.

Pada tahap awal, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan ke sejumlah wilayah di Kota Bandung. Jumlah penerima bantuan tersebut disebut akan ditambah secara bertahap.

Pemkot Bandung Siapkan Titik Pengisian

Penyaluran becak listrik sekaligus menghadirkan kebutuhan baru, yakni fasilitas pengisian daya. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan konsep Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan para camat untuk mengusulkan sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai titik pengisian daya.

Sejumlah kawasan strategis, termasuk kemungkinan lokasi di kawasan wisata, akan dikaji sebagai calon titik pengisian.

Farhan mengatakan, penentuan lokasi SPKLB tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemkot Bandung perlu mengetahui terlebih dahulu spesifikasi becak listrik, terutama kapasitas baterai, lama waktu pengisian, serta jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengisian.

“Kita akan koordinasi dengan camat-camat untuk mengusulkan titik-titik charging. Apakah di tempat wisata atau tidak, nanti akan dipelajari dulu kapasitas cas dan berapa jarak tempuh per kilometer. Itu yang akan menentukan titiknya,” kata Farhan.

Menurutnya, ketersediaan titik pengisian menjadi bagian penting agar becak listrik yang telah diterima masyarakat dapat digunakan secara optimal untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA: EIGER Nature Komitmen pada Koservasi Alam, Siap Tanam 1 juta Pohon dari Hasil Keuntungan

Related Post