ALGIVON.ID – Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pendidikan medis berkelanjutan, PRODIA (PT Prodia Widyahusada Tbk) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice” pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di el Hotel Bandung.
Seminar ini menjadi forum ilmiah bagi para tenaga medis untuk mendiskusikan perkembangan terbaru pemeriksaan kesehatan saluran cerna serta penerapannya dalam praktik klinis sehari-hari
Gangguan saluran cerna masih menjadi salah satu alasan tersering pasien datang mencari pertolongan medis. Mulai dari keluhan seperti nyeri perut, diare, konstipasi, hingga perut kembung, berbagai kondisi tersebut sering kali menunjukkan gejala yang serupa, padahal penyebab yang mendasarinya dapat sangat berbeda.
Laboratorium klinik PRODIA didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.
“Perkembangan ilmu kedokteran menuntut tenaga medis untuk terus memperbarui wawasan agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Melalui Seminar Nasional Dokter ini, Prodia ingin menghadirkan ruang diskusi ilmiah mengenai berbagai inovasi pemeriksaan laboratorium yang dapat mendukung diagnosis lebih akurat, membantu memahami kondisi pasien secara komprehensif, serta menunjang pengambilan keputusan klinis yang berbasis bukti,” ujar Dr. Mona Yolanda, M.Si.
Selain menghadirkan edukasi ilmiah, Prodia juga terus memperkuat ekosistem layanan digital bagi tenaga medis melalui aplikasi Prodia for Doctor, yang memberikan kemudahan akses terhadap informasi pemeriksaan laboratorium, layanan diagnostik, serta berbagai fitur yang mendukung praktik klinis secara lebih efisien.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dari berbagai disiplin ilmu. dr. Nenny Agustanti, Sp.PD-KGEH membawakan materi “Interpreting Gut Dysbiosis in Intestinal Inflammation” yang mengulas pentingnya memahami perubahan komposisi mikrobiota usus pada berbagai kondisi inflamasi saluran cerna. Selanjutnya, dr. Shiela Stefani, Sp.GK menyampaikan materi “Nutritional and Metabolic Perspective in Gut Health and Intestinal Inflammation” mengenai keterkaitan nutrisi, metabolisme, serta kesehatan usus dalam mendukung penanganan pasien. Sementara itu, Riska Widyasari, S.Si membahas “Fecal Biomarkers for Gut Health”, yang mengulas pemanfaatan biomarker feses sebagai salah satu pendekatan laboratorium dalam membantu evaluasi kesehatan saluran cerna.
Dalam paparannya, dr. Nenny Agustanti, Sp.PD-KGEH menjelaskan bahwa gangguan keseimbangan mikrobiota usus atau gut dysbiosis kini diketahui berperan pada berbagai penyakit inflamasi saluran cerna maupun kondisi sistemik lainnya. Menurutnya, pemanfaatan pemeriksaan laboratorium yang tepat dapat membantu dokter memahami mekanisme penyakit secara lebih mendalam sehingga penatalaksanaan pasien menjadi lebih terarah.
“Gejala saluran pencernaan sering kali terlihat sama meski penyebabnya berbeda. Tes laboratorium seperti analisis biomarker dan mikrobiota usus sangat membantu dokter dalam mendiagnosis, memilih terapi yang tepat, dan memantau hasil pengobatan.” jelas dr. Nenny Agustanti, Sp.PD-KGEH.
Sementara itu, dr. Shiela Stefani, Sp.GK menekankan bahwa nutrisi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mengendalikan proses inflamasi. Pendekatan nutrisi yang tepat, dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium, dapat membantu menyusun strategi terapi yang lebih personal sesuai kondisi masing-masing pasien.
Seminar Nasional Dokter Prodia telah diselenggarakan secara konsisten selama dua dekade sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan medis berkelanjutan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pemanfaatan inovasi diagnostik berbasis bukti ilmiah di Indonesia.
Kehadiran Seminar Nasional Dokter ke-20 di Bandung menjadi bagian dari rangkaian roadshow ilmiah Prodia di 10 kota besar di Indonesia sepanjang tahun untuk memperluas akses terhadap perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi laboratorium bagi tenaga medis di seluruh Indonesia.
(RLS/RD)
BACA JUGA: Bersama Prodia, Perempuan Ayo Lebih Berani Lakukan Deteksi Dini Kesehatan

