Jum. Sep 11th, 2026

Tim PKM-RE Unpad Kembangkan Pembalut Luka Cerdas dari Sisa Kulit Buah Naga 

ALGIVON.IDBerita menggembirakan dari tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Mereka sukses kembangkan inovasi sediaan medis modern berupa Smart Bilayer Hydrogel, yakni pembalut luka cerdas (smart wound dressing) yang dirancang untuk mendeteksi infeksi secara visual pun membantu percepat penyembuhan luka kronis penderita diabetes, khususnya ulkus diabetikum.

Riset inovatif tersebut digawangi Muh. Bintang Putra Utama Ladwan sebagai ketua tim, di bawah bimbingan dosen pendamping Prof. Dr. Tati Herlina, M.Si.

Pengembangan hidrogel ini dilatarbelakangi tingginya risiko komplikasi hingga amputasi pada penderita ulkus diabetikum akibat infeksi bakteri pembentuk biofilm yang kerap sulit dideteksi sejak dini.

Bintang menjelaskan, sediaan hidrogel tersebut mengusung konsep zero-waste sekuensial dengan memanfaatkan sisa kulit buah naga lokal.

Matriks hidrogel berbasis pektin dikombinasikan dengan ekstrak betasianin dari sisa kulit buah naga merah serta ekstrak antosianin dari kubis merah sebagai agen sensor.

“Hidrogel ini memiliki struktur dua lapisan (bilayer). Lapisan atas memanfaatkan sifat halokromik antosianin kubis merah yang sensitif terhadap perubahan pH luka sebagai indikator visual adanya infeksi bakteri. Sementara itu, lapisan bawah berfungsi sebagai agen terapi antimikroba,” ujar Bintang.

Keunggulan utama hidrogel ini terletak pada mekanisme pH-triggered burst release.

Ketika luka mengalami infeksi, pH lingkungan luka akan bergeser menjadi basa, sekitar pH 8,0. Kondisi tersebut memicu deprotonasi gugus karboksilat pada matriks pektin.

Akibatnya, rantai polimer hidrogel merenggang dan melepaskan betasianin secara cepat (burst release) untuk membantu menghancurkan biofilm bakteri penyebab infeksi.

Validasi riset diperkuat melalui serangkaian pengujian laboratorium. Karakterisasi dilakukan menggunakan Fourier-Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan X-ray Diffraction (XRD).

Selain itu, penelitian juga mencakup pengujian secara in silico, in vitro, dan ex vivo.

Bintang berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai hasil penelitian di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menjadi produk medis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami sederhana: semoga riset ini tidak berhenti di meja laboratorium saja, melainkan dapat menjadi langkah awal lahirnya produk pembalut luka cerdas asli karya anak bangsa yang mampu meminimalkan komplikasi amputasi dan meningkatkan kualitas hidup jutaan penyandang diabetes di Indonesia,” tutup Bintang.

(HS & RD/Rls)

BACA JUGA: Unpad Luncurkan Program Beasiswa Guru, Atip Latipulhayat: Tingkatkan Kompetensi Pendidik

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *