ALGIVON.ID – PT Anugerah Kagum Karya Utama (AKKU), Tbk (KAGUM Group) sebagai perusahaan properti dan perhotelan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025. Acara berlangsung di Serela Waringin Hotel, Jl. Kelenteng No. 30-33, Kota Bandung, Kamis (17/06/2026).
RUPS tersebut berjalan lancar dengan hasil seluruh agenda perusahaan diterima dan disetujui para pemegang saham. Rapat dipimpin Komisaris Utama Dharmithea Kiemas Hamidy, Komisaris Independen Wilhelmina, Presiden Direktur Irwan Suryadi, dan Direktur Heni Supartini. Serta dihadiri para investor dan pemegang saham.
Dalam paparan publik RUPS KAGUM Group kali ini, manajemen menyampaikan bahwa hingga saat ini perseroan masih mencatatkan kerugian. Oleh karena itu, para pemegang saham menyepakati untuk tidak membagikan dividen pada tahun buku berjalan.
Laporan keuangan pada tahun buku 2025, pendapatan perusahaan mengalami penurunan. Pada 31 Desember 2025 pendapatan perusahaan mencapai angka Rp.7.687.740.296. angka tersebut mengalami penurunan dibanding 31 Desember 2024 yang mencapai Rp.8.520.856.393. Pendapatan tersebut bersumber dari Jasa Manajemen Hotel melalui entitas anak, PT Permata Nusantara Hotelindo.
Namun, secara umum, struktur keuangan membaik dengan penurunan liabilitas jangka panjang dan pencatatan laba setelah sebelumnya rugi di periode sama tahun lalu (2025).
Berikut ringkasan kinerja keuangan kuartal perrtama 31 Maret 2026 dibanding periode sebelumnya (31 Maret 2025):
Pendapatan dan Profitabilitas
Pendapatan: Naik 28,5% dari Rp1,58 miliar pada Maret 2025 menjadi Rp2,03 miliar pada Maret 2026. Beban Pokok Pendapatan: Turun dari Rp4 juta menjadi Rp1 juta. Beban Usaha: Turun dari Rp1,94 miliar menjadi Rp1,84 miliar. Laba: Berbalik untung. Dari rugi Rp411 juta pada Maret 2025 menjadi laba Rp819 juta pada Maret 2026.
Posisi Keuangan
Aset Lancar: Naik dari Rp656,18 miliar pada 31 Maret 2025 menjadi Rp658,71 miliar per 31 Maret 2026. Aset Tidak Lancar: Turun tipis dari Rp38,91 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp38,85 miliar per 31 Maret 2026. Liabilitas Jangka Pendek: Naik dari Rp229,46 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp231,13 miliar. Liabilitas Jangka Panjang: Turun tipis dari Rp71,79 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp71,77 miliar. Ekuitas: Naik dari Rp393,83 miliar menjadi Rp394,65 miliar per 31 Maret 2026.
Meski begitu, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha ke depan. Dengan berbagai strategi yang sedang dijalankan, perusahaan berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan, meningkatkan nilai aset, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.
“Kami percaya bahwa dengan peningkatan operasional, masuknya investor strategis, dan pengembangan aset yang tepat, kinerja perusahaan akan semakin baik pada masa mendatang,” ungkap Presdir Irwan Suryadi yang mewakili manajemen.

Dampak Krisis Global & Suspensi Pasar Modal
Kondisi perusahaan tersebut salah satunya disebabkan dampak dari krisis global yang terjadi saat ini. Kemudian dari situasi pasar modal, manajemen mengakui bahwa perdagangan saham perseroan saat ini masih berada dalam status suspensi.
“Perusahaan sedang memenuhi berbagai persyaratan yang diminta regulator. Termasuk penyelesaian proses audit dan kewajiban administrasi lainnya. Harapannya, langkah ini dapat mempercepat pembukaan kembali perdagangan saham. Sehingga aktivitas perusahaan di pasar modal dapat kembali berjalan normal,” tutur Irwan.
Irwan juga menambahkan, masuknya investor baru, peningkatan aktivitas operasional hotel, serta optimalisasi aset perusahaan diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi perbaikan kinerja perseroan ke depan.

Perkuat Bisnis Perhotelan
Manajemen KAGUM Group mengakui bahwa kondisi industri saat ini masih menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi dan berbagai sentimen yang memengaruhi pasar keuangan. Meski demikian, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek bisnis perhotelan yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama.
Saat ini, strategi utama yang dijalankan perusahaan yakni meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan tamu agar tingkat hunian hotel dapat terus bertumbuh. Serta meningkatkan dari sisi marketing dan promosi.
“Yang bisa kami lakukan saat ini adalah meningkatkan pelayanan sehingga tamu merasa nyaman dan kembali menggunakan layanan hotel kami,” ujar Direktur Heni Supartini dalam paparan publik tersebut.
Untuk mendukung peningkatan pendapatan, lanjut Heni, perusahaan juga memperkuat strategi pemasaran digital. Berbagai program promosi disiapkan, mulai dari paket menginap khusus, promosi untuk kegiatan pernikahan dan acara keluarga. Hingga kerja sama dengan influencer serta platform digital.
Selain itu, perusahaan juga melakukan renovasi sejumlah fasilitas hotel guna meningkatkan daya saing dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para tamu.
“Dari sisi marketing dan promosi, kami juga telah menyiapkan sejumlah program. Terutama dalam menyambut momen liburan sekolah di pertengahan tahun. Serta momen liburan Natal dan akhir tahun nanti,” ungkap Heni.
Program tersebut antara lain berupa paket menginap beberapa hari dengan harga lebih kompetitif dibandingkan tarif harian reguler. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan berbagai aktivitas pendukung bagi keluarga dan anak-anak selama masa liburan.
“Promosi ini telah mulai dijalankan sejak Mei 2026 dengan dukungan kampanye digital dan kerja sama bersama sejumlah influencer untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Investor Strategis
Di sektor properti, perusahaan mengakui belum melakukan pengembangan proyek baru dalam waktu dekat. Fokus saat ini, menyelesaikan proses negosiasi dengan calon investor yang diharapkan dapat mendukung pengembangan aset dan ekspansi usaha.
Menurut manajemen, proses pembicaraan dengan beberapa investor masih berlangsung dan sebagian telah memasuki tahap due diligence. Namun hingga kini belum ada kesepakatan final yang dapat diumumkan kepada publik.
“Kami terus berkomunikasi dengan investor. Ada yang masih dalam tahap negosiasi dan ada juga yang sedang menjalani proses due diligence. Kami berharap proses ini dapat segera mencapai tahap penyelesaian,” kata Irwan.
Perseroan juga mengungkapkan memiliki aset tanah yang nilainya cukup signifikan, antara lain lahan sekitar 10 hektare di Bandung serta sekitar 5,3 hektare di Bali.
“Sebagian besar pembayaran atas aset tersebut telah diselesaikan. Kini perusahaan masih menunggu proses administrasi lanjutan, termasuk penyelesaian balik nama kepemilikan,” pungkas Irwan.

