ALGIVON.ID — Pagi itu, halaman Jasmine Integrated Farming (JIF) di RW 19, Antapani Tengah, tak sekadar menjadi ruang hijau dan pusat olah sampah organik. Ia berubah menjadi ruang belajar hidup bagi 63 siswa RA Al Barokah yang datang bukan untuk bertamasya, melainkan menyerap pelajaran sederhana namun mendasar: bagaimana sampah, jika diperlakukan dengan benar, dapat menumbuhkan kehidupan baru berbasis daur ulang..
Gerangannya, 63 siswa Raudhatul Athfal (RA) Al Barokah, yang beralamat di Jalan Antapani Lama No. 13, Antapani Tengah, hadir mengikuti kegiatan edutour di lokasi yang kini dikenal sebagai salah satu rujukan pengolahan sampah rumah tangga menjadi bernilai guna bagi lingkungan.
Kepala Sekolah RA Al Barokah, Heti Solihat, mengungkapkan antusiasme tinggi para siswa dan guru selama kunjungan berlangsung.
“Banyak hal yang kami dapatkan dari kunjungan ini. Anak-anak sangat antusias, termasuk para guru, dalam mengamati tumbuh kembang tanaman yang subur berkat pemanfaatan sampah rumah tangga di RW 19,” ujarnya.
Implementasi Deep Learning
Ia menambahkan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi kurikulum berbasis deep learning yang diterapkan di sekolah.
“Di Jasmine Integrated Farming yang dirintis Pak Doddi Iryana Memed bersama tim sejak 2019, kami belajar pentingnya memilah sampah sejak dari rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming, Doddi Iryana Memed, mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut.
“Setelah sebelumnya dikunjungi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, selebritas Irvan Hakim, hingga Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, hari ini kami kedatangan anak-anak yang belajar langsung tentang lingkungan, tanaman, dan pengolahan sampah,” katanya.
“Kami sangat gembira bisa berbagi ilmu dan keterampilan sejak dini,” imbuhnya.
Keceriaan tampak jelas dari para siswa. Tiga di antaranya, Kalevi, Raqqilla, dan Salva, mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut.


“Seru sekali. Selain melihat sayuran dan buah-buahan, tadi aku juga memberi makan ayam dan kelinci,” ujar Kalevi riang, diamini oleh teman-temannya.
Menurut Doddi, kegiatan ini juga menjadi bahan pengamatan bagi mahasiswa dari dua kampus, yakni UIN Bandung serta Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung.
“Sangat menarik melihat antusiasme anak-anak dan para guru dalam kegiatan ini,” ujar Dinda, salah satu mahasiswa yang turut mendokumentasikan momen selama kunjungan berlangsung.
Kunjungan edukatif ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, sekaligus menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa. (HS & RD)

