Rab. Apr 22nd, 2026

Kabar Gembira, Labkes Jabar Luncurkan Bus Keliling MCU Saat Rayakan HUT ke-55,

ALGIVONIDLaboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkes Jabar) menggelar syukuran sederhana, hal ini berlangsung saat memperingati HUT ke-55. Uniknya, sekaligus kabar gembira bagi warga Jabar, karena berlangsung juga peluncuran Bus Keliling laboratorium Medical Check Up (MCU).

Meski perayaan ini sempat tertunda akibat kegiatan akreditasi internasional dua minggu lalu. Acara yang berlangsung sejak pagi, Kamis (26/6/25), dipimpin langsung Kepala UPTD Labkes Jabar dr. Ryan Bayusantika Ristandi, Sp.PK, MMRS.

Kepada redaksi, di awal paparannya dr. Ryan menjelaskan bahwa Labkes Jabar, yang resmi berdiri sejak 12 Juni 1970, telah memperoleh pengakuan internasional. Dengan tiga sertifikasi ISO, yakni ISO 17025, 17043, dan 15089.

Pengakuan tersebut menjadikan labkes ini sebagai laboratorium rujukan utama yang dipercaya. Untuk pemeriksaan kesehatan di Jawa Barat dan Indonesia.

Kepala UPTD Labkes Jabar dr. Ryan Bayusantika Ristandi, Sp.PK, MMRS, (iket putih) menjelaskan tentang kinerja Bus Keliling MCU yang diakuinya terlengkap dan pertama di Indonesia. (Foto: Harri Safiari)
Bus Keliling MCU – Rujukan di Daerah Terpencil

Dalam perayaan kali ini, Labkes Jabar meluncurkan inovasi berupa bus keliling yang dioptimalisasi untuk layanan medical check-up di daerah-daerah terpencil. Bus tersebut awalnya merupakan kendaraan laboratorium PCR keliling untuk penanganan COVID-19.

Namun dengan menurunnya kasus pandemi Covid-19, fungsinya dialihkan guna mendukung program “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Bus ini akan membantu mempercepat akses pemeriksaan laboratorium rujukan di desa dan kecamatan terpencil. Kami dapat melakukan pemeriksaan hematologi darah, lemak darah, hingga pemeriksaan parameter jantung secara langsung di lapangan,” ujar dr. Ryan.

Bus keliling tersebut merupakan hibah yang kini direkondisi untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Layanan ini tidak hanya untuk program pemerintah, tetapi juga bisa digunakan untuk pemeriksaan di perusahaan, rumah sakit, maupun langsung ke masyarakat.

Masih kata dr. Ryan, pemeriksaan yang dilakukan sudah cukup lengkap. Mulai dari pengambilan darah hingga pemeriksaan hasil di laboratorium rujukan.

“Nantinya, hasil pemeriksaan bisa keluar dengan cepat, maksimal dalam tiga jam. Dan terintegrasi dengan sistem Laboratorium Informasi Sistem (LIS) di Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Menariknya lagi, seluruh layanan ini tidak dikenakan biaya alias gratis untuk masyarakat. Karena telah didukung oleh anggaran Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Walaupun anggaran yang tersedia terbatas, Labkes Jabar tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal. Terutama untuk pemeriksaan yang mendukung kesehatan masyarakat luas.

Dengan inovasi bus lab rujukan keliling dan komitmen memberikan layanan berkualitas, Labkes Jabar terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Perayaan HUT ke-55 ini dimeriahkan pula dengan berbagai rangkaian acara. Di antaranya bakti sosial, donor darah, webbinar, dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk umum. Diselenggarakan secara serentak di tiga tempat.

“Acara digelar di Kantor Labkes Jabar. Lalu di wilayah kecamatan Husein Sastranegara kota Bandung dan di wilayah Parongpong , Bandung Barat,” ujar dr. Ryan.

Pemeriksaan Lingkungan

Selain pemeriksaan kesehatan manusia, laboratorium ini juga melayani pemeriksaan lingkungan. Seperti kualitas air minum, udara, dan makanan. Sehingga cakupan pelayanannya sangat komplit dan komprehensif.

Ia pun mengungkapkan bahwa permintaan pemeriksaan di Labkes Jabar meningkat drastis setelah pandemi. Bahkan mencapai tiga kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat.

Sebagai pesan terakhir kepada masyarakat Jawa Barat, dr. Ryan mengimbau tentang pentingnya cek kesehatan di laboratorium.

“Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dan berkala. Kesehatan adalah investasi utama agar kualitas hidup tetap optimal. Dengan pemeriksaan sederhana namun rutin, kita dapat mencegah penyakit sejak dini,” pungkas dr. Ryan dengan nada sumringah. (HS/RD/Rls).

BACA JUGA: Ini Solusi Mecovit Jawab Tantangan Generasi Masa Depan, Prioritas Gizi Anak

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *